Balada Orang Biasa

Berbagi Untuk Semua, Ingin Bermanfaat Bagi Sesama

SURAT TERBUKA ANAK BANGSA PALESTINA

Posted by lexdoank pada Januari 14, 2009

Surat Terbuka Anak Bangsa Palestina

بسم الله الرحمن الرحيم


Ucapan Selamat Datang dan Terima Kasih

Yang terhormat,

Bapak Suripto Joko Said,

Para Panitia Penyelenggara Muktamar,

Saudara dan Saudari Peserta Muktamar,

Dan Hadirin sekalian.


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Atas nama diri saya sendiri dan atas nama bangsa Palestina yang terluka, saya berterima kasih kepada Anda semua atas perhatian yang dalam terhadap problematika Palestina. Saya juga berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan realita dan kesulitan yang dialami oleh salah satu kelompok masyarakat Palestina, yaitu mereka yang mengalami luka-luka.


Saya datang dari Palestina yang terluka, dari Baitul Maqdis tempat keberadaan Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, negeri para Nabi dan Rasul – alahimussalam -, tempat Mi’raj Rasulullah saw, kiblat pertama ummat Isam, dan tempat suci ketiga mereka. Saya datang dari tengah penderitaan yang dialami oleh Ghaza yang diisolasi.


Saudara-saudara yang mulia tentu tahu bahwa sejak awal berlangsungnya Intifadhah Al-Aqsha 28 September 2000 telah jatuh korban luka-luka setiap hari hingga jumlahnya mencapai lebih dari 49000 orang.


Pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan kehidupan orang-orang Palestina yang terluka dan berbagai kesulitan yang mereka hadapi diantaranya masalah sosial, kesehatan, kejiwaan, dan dampak isolasi (blokade pemboikotan) atas kami bangsa Palestina khususnya mereka yag terluka. Orang yang terluka tidak dapat berobat karena ditutupnya lintas perbatasan sedangkan sarana dan prasarana di Jalur Ghaza tidak mencukupi kebutuhan minimal untuk menolong mereka yang terluka dari bahaya kematian.


Politik Kebijakan dan Perlakuan Musuh terhadap Warga Palestina

Pendudukan dan penjajahan Yahudi selalu melakukan tindakan kezaliman dan penghancuran yang amat keji, serta menggunakan segala kekuatan brutal terhadap bangsa Palestina. Mereka menggunakan berbagai jenis senjata militer yang dilarang oleh dunia internasional seperti rudal pembakar, dan senjata penggergaji dan pemotong tubuh. Sehingga cukup banyak diantara kami yang terluka dan cacat karena kehilangan sebagian anggota tubuhnya baik mata, tangan, kaki atau lainnya. Kebanyakan diantara mereka adalah anak-anak dan remaja yang sedang berada di rumah atau sedang menyeberang jalan lalu diserang secara membabi buta. Salah satu buktinya adalah pembantaian di Hay Ad-Daraj yang menelan korban 20 syuhada dan 100 luka-luka. Anda juga telah menyaksikan bagaimana bayi-bayi yang masih menyusui meninggal di bawah puing reruntuhan bangunan rumah mereka. Juga pembantaian keluarga ‘Atsamina yang menelan korban 18 syahid serta 50 luka-luka yang kebanyakan mereka mengalami cacat permanen. Ini adalah pembunuhan massal yang bertentangan dengan akhlak manusia dan undang-undang samawi.


Peran Isolasi dan Pemboikotan

Blokade dan isolasi yang zalim terhadap Ghaza telah merampas hak-hak korban terluka, meskipun sekadar hak mendapat obat dan perawatan, hingga bahan bakar untuk mobil ambulan untuk mengantar korban luka ke klinik atau RS pun tidak ada. Belum lagi pemutusan aliran listrik yang menyebabkan peralatan terkait pernafasan pasien tak dapat berfungsi sehingga banyak diantara korban luka akhirnya meninggal. Diantara kami juga tidak mendapatkan obat bius sehingga dokter terpaksa melakukan amputasi atau operasi tanpa bius seperti yang Anda saksikan. Bukankah ini pembunuhan sengaja dan berencana terhadap manusia??


Dampak Sosial

Saudara-saudara yang mulia, mari kita melihat bagaimana seorang anak kecil usia sekolah tidak dapat pergi sendiri ke sekolahnya dan memerlukan ibu, ayah, atau saudaranya untuk mendorong kursi rodanya ke sekolah akibat cacat yang disebabkan oleh kekejaman pendudukan Israel. Anak-anak cacat itu tidak bisa lagi bermain bersama kawannya, tidak dapat membaca, menulis atau berolahraga, lalu kondisi mereka menjadi beban baru bagi keluarganya untuk diperhatikan dan dijaga secara khusus dengan program khusus pula. Semua bisa ia dapatkan jika keluarganya mampu. Jika tidak, maka perhatian dan perawatan minimal pun sulit ia dapatkan.


Bagaimana jika yang menjadi korban meninggal atau cacat adalah perempuan yang menjadi ibu? Dapat dikatakan bahwa telah terjadi penghancuran satu keluarga penuh, karena keluarga itu kehilangan pendidik, penjaga dan pengasuh mereka yang menyayangi. Adakah penghancuran yang lebih dahsyat darinya??


Bagaimana pula jika korban meninggal atau cacat adalah kepala rumah tangga? Padahal ia adalah tumpuan satu-satunya yang mencari nafkah keluarga, memenuhi kebutungan sandang, pangan dan perhatian. Penjajahan Zionis telah menghalangi seorang ayah yang cacat tubuh untuk memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi istri dan anak-anaknya, bahkan telah menjadikannya sebagai beban bagi mereka.


Bila yang mengalami cacat adalah remaja putra atau putri maka mereka akan mengalami tekanan jiwa yang berat, karena masa depan mereka yang mengkhawatirkan terutama masalah pernikahan. Sulit bagi mereka untuk mendapatkan pasangan yang mereka inginkan.

Akhirnya, kami, orang-orang yang terluka dan sakit sangat membutuhkan obat, kursi roda dan peralatan medis dan bagaimana membawanya masuk ke Ghaza. Kami membutuhkan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan dan penyelenggaran berbagai program rehabilitasi serta proyek-proyek kemanusian agar kami dapat hidup mulia sebagai bangsa. Bangsa Palestina yang mengalir darahnya memanggil seluruh komponen ummat Islam, semua lembaga sosial dan kemanusiaan dan setiap pemilik hati nurani untuk mengulurkan bantuannya, berdiri di samping kami beriringan demi menghilangkan kezaliman, karena Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudarannya.

Bantulah kami terus untuk menghentikan penjajahan agar kami bisa hidup lebih baik.

Akhirnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada hadirin dan penyelenggara muktamar ini.

Wassalamu’alaikum wrwb.

Salam dari orang-orang terluka di Ghaza, Baitul Maqdis, Palestina

(Surat terbuka ini dibacakan langsung oleh Dami Dabbur -yang kaki sebelah kanannya harus diamputasi korban kekejaman Israel- dalam Konferensi Internasional Palestina/as/ut)

Iklan

20 Tanggapan to “SURAT TERBUKA ANAK BANGSA PALESTINA”

  1. z03r4 said

    wah, mas… suratnya mengharu biru banget…
    sedih banget sya bacanya…

  2. heri said

    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin
    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin
    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin
    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin
    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin

  3. achoey said

    Ya Allah
    Hamba begitu lemah
    Hingga hanya bisa meneteskan air mata melihat ketidak adilah di Palestina

    Palestina menyapa cinta
    Semoga dunia merasa

  4. wi3nd said

    *lantunkan doa untumu sodaraQ…

  5. cenya95 said

    Komunikasi politik merupakan sebuah tantangan dan perlu dimodernisasikan sehingga tingkat keperdulian politik masyarakat meningkat.
    Sy pilih orang yang perduli terhadap lingkungannya.
    Salam IBSN

  6. Gusti Dana said

    Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi…surat ini terbuka untuk setiap bangsa,khususnya umat Muslim.Kecuali (pm Israel) tentara2 Israel yg telah ditutup mata hatinya oleh Allah Swt.

  7. aRai said

    ikutan berdoa lewat blog aja ah saya mah …

  8. Eucalyptus said

    Saya selalu meneteskan air mata setiap melihat tayangan di TV mengenai kebiadaban tentara Israel… betapa mereka sudah tidak punya hati lagi, melebihi binatang buas yang memangsa sesamanya…

    Mari kita panjatkan doa untuk saudara2 kita di Palestina yang sedang terdzolimi…. semoga peperangan ini segera berakhir..

  9. yang tertindas butuh kekuatan
    yang jahat perlu dihentikan

  10. Didien® said

    Berdoa untuk saudara kita di palestine, smoga rakyat palestina tabah menghadapi Ujian ini amin…

    ikutan 2nd IBSN Award yuk.. pendaftaran bulan ini di tutup tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59 wib, kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

  11. Menik said

    *speechless*
    *praying*
    *crying*

  12. Myryani said

    semoga Allah membukakan hati para perampas ham itu ………….

  13. sungguh, pada setiap perang, anak2 selalu menjadi korban. semoga mereka yang suka angkat senjata itu mulai sadar utk memikirkan nasib anak2 yang butuh perlindungan dan kasih sayang. kalau mau perang, jangan libatkan warga sipil. duka palestina adalah duka kita semua.

  14. ya Allah,,sadarkanlah mereka yg telah menganiaya sodara2 ku ya Allah,,

    ikutan 2nd IBSN Award.. bulan ini pendaftaran teakhir tgl 25 jan ‘ 09 jam 23.59wib kami tunggu yah… IBSN (Berbagi Tak Pernah Rugi)

  15. kavung said

    Yg jelas Israel itu tidak punya hati, perang kok musuhnya anak2 buktinya anak2lah yg banyak jadi korban

  16. ibnusy said

    We Will Not Go Down (song for Gaza)
    composer: Michael Heart (2009)


    We will not go down
    In the night, without a fight
    You can burn up our mosques and our homes and our schools
    But our spirit will never die
    We will not go down
    In Gaza tonight

    Boleh saja, Zionis membakar masjid saudara kami. Boleh Saja bangsa si pendusta itu membakar rumah. Sekolah anak-anak Palestina boleh saja mereka hancur luluh lantahkan. Tapi, Zionis Israel tak akan mampu mematikan spirit perjuangan suadara kami. Dan sebagai bukti Palestina tidak sendiri, kami pun berbuat untuk mereka.

    Allahumma unshuril mujahidiina fi filistiin

  17. semoga konfliknya cepat selesai
    kasihan anak2 kecil yang kehilangan orang tua

  18. qurratulaini said

    duka mereka adalah duka kita..
    palestina, moga Allah membalas merah darahmu dengan wangian syurga yang di sana nanti tidak ada lagi derita dan air mata. yang ada cuma tawa…

  19. ichanx said

    hapus israel!!! hapus!!!! *mendukung ahmadinejad*

  20. ai said

    stop war….!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: