Balada Orang Biasa

Berbagi Untuk Semua, Ingin Bermanfaat Bagi Sesama

RIAK-RIAK JIWA

Posted by lexdoank pada Desember 11, 2008

riakriak-jiwaSuatu saat mungkin kita pernah merasakan keadaan dimana kita merasa begitu lemah dan tidak berdaya. Atau juga kita mungkin pernah ada problema kehidupan, terasa lebih besar dari kemampuan kita untuk mengatasinya. Atau barangkali kita sering merasakan betapa hidup kita ini begitu gersang, kering kerontang, terasa sangat dahaga, namun tidak ada cara untuk bisa mengatasinya. Bahkan mungkin kita pernah merasakan semua jalan hidup yang kita tempuh begitu kelam, sekelam malam apabila telah datang, tanpa ada cahaya rembulan dan bintang gemintang.

Tiba-tiba saja kita, kadang mengganggap persoalan sepele menjadi besar. Kadang kita juga merasa jengkel saja ketika kita bergaul dengan sesama. Dan kadang kita juga merasa ingin marah kepada siapa saja, baik kepada keluarga maupun orang-orang disekitar kita. Bahkan kita juga merasa apapun yang kita kerjakan selalu salah.

Tentu kita pernah merasakan keadaan – keadaan diatas, tidak terkecuali saya. Baik dalam kehidupan pribadi kita, keluarga kita, masyarakat kita atau lingkungan kerja kita.

Ketahuilah bahwa, itulah saat – saat dimana pertahanan spiritual kita lumpuh tidak berdaya. Keimanan kita sedang menuruni lubang besar yang gelap, yang apabila kita tidak sigap menghadapinya, mungkin saja kita akan terpuruk didalamnya. Dan saat itu pulalah akal kita kehilangan kecermelangannya, emosi kita kehilangan kekuatan dan ketajamannya.

Ya, faktor keimanan-lah yang sangat mempengaruhi jalan hidup kita. Bagaimana kita bisa berhubungan dan bergaul dengan sesama dengan baik?, sementara hubungan kita dengan yang Maha Memberi Kebaikan itu tidak baik. Bagaimana jalan kita tidak akan gelap?, sementara kita dengan yang Maha Memberi Cahaya itu tidak minta ditunjuki jalan yang terang. Bagaimana mungkin juga kita diberi ketengan hati dan jiwa?, sementara dengan yang Memberi Ketenangan hati dan jiwa, kita selalu mengingkari-Nya.

Maka benarlah apa yang disabdakan Nabi kita, keimanan itu kadang diatas kadang dibawah, maka ketika sedang diatas perbanyaklah berbuat kebaikan, ketika sedang di bawah janganlah kita bermaksiat kepada-Nya.

Tapi masalahnya adalah, apakah kita mau larut dengan kondisi keimanan kita sedang dibawah? Apakah kita mau bergelimang selalu dengan dosa-dosa dan maksiat? Lantas kapan kita akan menaikkan keimanan kita?

Jawabannya tentu kembali pada kita. Tapi yang pasti kita sebagai insan dan hamba, sudah selayaknya-lah kembali kepada titik ini, kembali memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Tengadahkan-lah tangan kepada-Nya, agar kita diampuni atas kesalahan-kesalahan kita, dan mohon petunjuklah kepada-Nya, dan rajutlah cinta kita kembali dengan Sang Kekasih Abadi itu. Agar ketika kita bertemu dengan-Nya, adalah saat-saat kita sangat mendambakan dan merindui-Nya, yang disambut dengan : ‘’Wahai jiwa yang tenang, masuklah kalian kedalam Surga-Ku, yang luasnya seluas langit dan bumi”.

Subhanallah………, pertemuan yang sangat-sangat membahagiakan, maka berbahagialah wahai sahabat !!

Iklan

53 Tanggapan to “RIAK-RIAK JIWA”

  1. Lyla said

    waduh… kalimat terakhir bagus banget… aku suka…”Wahai jiwa yang tenang, masuklah kalian kedalam Surga-Ku, yang luasnya seluas langit dan bumi”.

    Subhanallah………, pertemuan yang sangat-sangat membahagiakan, maka berbahagialah wahai sahabat !!

  2. thyA said

    bang alex,
    bagus banget sih postingannya,
    bikin tertegun dan …

    **apalagi pas baca ini lagi dengerin Sarah McLahan yang Angel
    hix..

  3. hanafi said

    Subhanallah………, pertemuan yang sangat-sangat membahagiakan, maka berbahagialah wahai sahabat !!

    “Riak-riak jiwa”.. judul yang bagus, semoga selalu bahagia mas …

  4. Eucalyptus said

    Renungan yg dalam, bagus banget Lex… betul sekali, kadang kemarahan melanda dan mangacaukan hidup kita. Dengan saling memaafkan Insya Allah semua kan kembali normal.
    Kadangkala ketersinggungan dengan sesama manusia bisa membuat orang mengambil tindakan yg sangat dibenci Allah, yaitu memutuskan tali silaturahmi. Naudzubillah….

  5. omiyan said

    dan sayapun mengalaminya seperti itu….

  6. hafidzi said

    waahh,,,,sangat brharga ^*^

  7. Masenchipz said

    yups.. setujuhhh.. memulai sesuatu dari diri sendiri.. karena diri kitalah pondasi untuk menjadi lebih baek dilingkungan pergaulan kita…

  8. quinie said

    ass. mampir… nice posting 🙂
    Salam kenal

  9. Ya ya jiwa-jiwa yang tenang …

  10. azaxs said

    Saya selalu bahagia ketika mampir sini kang 🙂

  11. Ly said

    semoga kita dipertemukan di taman firdaus yang indah nanti 🙂

  12. Lalique said

    🙂 😉 hi friend from Turkey

    http://laracroft3.skynetblogs.be
    http://lunatic.skynetblogs.be

  13. Zein Miftah said

    Subhanallah, Posting menarik.

    Memang tidak ada ni’mat yang lebih tinggi daripada Ni’mat Iman dan Islam.

  14. zoel said

    ‘’Wahai jiwa yang tenang, masuklah kalian kedalam Surga-Ku, yang luasnya seluas langit dan bumi”.

    aminnnnn

  15. wah, terima kasih renungan dan refleksi religinya, bung abdillah. ya, ya, ya, keimanan konon memang selalu naik-turun, bung, kadang di atas kadang di bawah, seperti cakra manggilingan. dalam kondisi demikian, diperlukan ketahanan iman yang tangguh agar tak mudah larut dalam situasi dan kondisi yang bisa membuat keimanan kita drop. terima kasih pencerahannya.

  16. intinya back to personal….
    iman kita itu ga bisa diukur oleh orang lain
    dan semuanya hanya kita dan Dia yg tw 😀

  17. abeeayang said

    terimakasih atas nasihtanya yang sejuk kali ini… 😀

  18. Rian Xavier said

    Bagus nih postingannya. :mrgreen:

  19. langitjiwa said

    mudah2an kita bisa bertemu disana.

  20. zulham said

    dan akupun merasakannya… riak-riak jiwa…

  21. idawy said

    Kadang saya juga ngerasa riak-riak di dalam jiwa saya seperti labil.. ketika saya sedang kesal, rasanya semua yg di depan mata saya salah semua, akibatnya saya menyesal sekali setelah itu..

    Lebih banyak mengucap Astaghfirullah aja kali ya 🙂

  22. edratna said

    Hmm…situasi semakin tak enak, jika kita lagi “jauh”…artinya sholat tidak khusyuk, bolong-blong karena berhalangan….
    Jadi, kedekatan pada sang Pencipta membuat kita tenang.

    Ingat pesan bos (mantan CEO bank BNI)…”Bekerja keraslah, dan setelah jam 10 malam, sholat…dan pasrah pada Allah swt semoga yang kita lakukan hari ini dirihoi oleh Nya”…kemudian tidur. Tanpa kepasrahan, kita akan makin resah, apalagi menghadapi situasi akhir2 ini.

  23. wi3nd said

    wahai san9 pemiliK jiwa…
    semo9a hamba termasuk didalamnya,unutk bisa bertemu d9 den9anMu pada syur9amu..amien,..

  24. pinkcutez said

    Duh….postingannya bgus bgt c…

  25. septysafridawati said

    mencoba memaknai hidup….
    ayo2 di upgrade imannya^^

  26. renimaldini said

    rasa bosan, hampa dan merasa bahwa hidup ini sudah tak ada yang dituju lagi (tidak semangat) mungkin hampir dirasakan sama makhluk yang diberi akal sama allah…

    terkadang, pernah berfikir kenapa bisa ya ini teradi sama saya.. kenapa ini tidak terjadi sama orang lain.. terkadang saya uga pernah ngalami seperti yang mas alex katakan ini: “Maka benarlah apa yang disabdakan Nabi kita, keimanan itu kadang diatas kadang dibawah, maka ketika sedang diatas perbanyaklah berbuat kebaikan, ketika sedang di bawah janganlah kita bermaksiat kepada-Nya”

    Saat keimanan sedang berada di atas maka ibadah sunnah tak luput dilakukan.. tapi, tiba-tiba ada datang yang namanya syetan… ih sebel deh.. ganggu orang aja…

  27. roe said

    selalu keren bang postingannya.

  28. salam..
    sungguh bagus tulisan ini..
    teruskan bertinta!!
    salam ukhuwah dari malaysia

  29. agung said

    saya sering mengalami ini.
    terlalu banyak pertanyaan dalam pikiran saya.
    terlalu banyak kegundahan dalam jiwa ini.
    Ya Allah, aku selalu mengharapkan petunjuk dari-Mu

  30. pertahanan spiritual kita lumpuh tidak berdaya
    =benar2 menyentuh==
    Ya Allah, tulang hamba telah melemah, tubuh hamba tak lagi kuat.
    Ya Allah panggillah hamba disaat tidak lemah dan tak bersalah…

  31. aisalwa said

    ~_~

    riak-riak jiwa manusia ada pasang ada surut yang selalu membutuhkan sebuah nasihat indah

    nice

  32. Membaca postingan ini di saat yang tepat

    Makasih, ya… 🙂

  33. antokoe™ said

    dalam bos…
    salam kenal

  34. f8282 said

    hmmmmmm……

  35. FF82 said

    posting yang menarik

  36. ladangkata said

    damai sekali membaca bait-bait terakhirnya…terima kasih bung..telah mengingatkan…

  37. panjoel said

    postingan selalu memberi inspirasii kepada orang lain.

    semoga menjadi amal bagi uda alex
    amin,,
    ^_^

  38. barangkali karena itu salah seorang kakak pernah berkata, “Jangan memaklumi diri ‘malas’ karena saat itu kondisi kita sedang ‘malas’…Cukup kita dan Allah SWT saja yang tahu kemalasan kita..Lalu mulai perlahan bergerak maju…Karena rasa malas itu amat sangat gampang menjalar bagai virus yang bergerak untuk memangsa induk semangnya…”

  39. bagus sekali artikelnya

    keep smile 🙂

  40. judith said

    Hi alex, aku lagi pilek nggak gitu sehat 😦 eniweh makasih..

    Alex lagi happy ya 🙂 judul postingannya keren. Begitulah lex, hanya Tuhan sang Pencipta yang bisa menolong umatNYA dengan segala kesanggupan budi. Dalam segala hal dan persoalan, kita hanya bisa bersandar padaNYA sambil berusaha. Ora Et Labora..

    Good luck lex 🙂

  41. Istantina said

    Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.. Terutama pikiran2 ‘nakal’ dan hasutan2 ‘jahil’ utk bermain2 dgn keimanan..

  42. Mas Indra said

    Hm………….

  43. cantigi™ said

    artikel yg keren. selamat bergabung di IBSN.. ^_^

  44. suwung said

    jadi malu sama diri sendiri

  45. hidayanti said

    indah sekali walau di baca erulang2 meresap di kalbu,tapi apakah benar yang hati dan pikiran kita bisa bersatu?

  46. Farrel said

    Subhanallah…Nice post… Pantes aja ikut IBSN award…!

  47. Alhamdulillah… terimakasih telah mengingatkan… selamat bergabung ya.. 🙂

  48. tutinonka said

    Bangun di sepertiga malam untuk sholat tahajud dan dzikir ada kalanya terasa berat, apa lagi jika seharian kita lalui dengan padat aktivitas dan tidur larut. Tetapi jika kita bisa meluangkan waktu untuk bangun malam, sesungguhnya akan mendatangkan ketenangan jiwa yang sangat khusuk. Semoga kita bisa mengamalkannya …

  49. […] RIAK-RIAK JIWA http://www.fatmawiyah.web.id/ […]

  50. omiyan said

    hhmm saya yakin ini juaranya …hehehehe

  51. cantigi™ said

    selamat mengikuti 1st IBSN™ Blog Award.. ^_^

  52. kereeeenn!! 🙂

  53. Anom Tejo said

    tulisannya menginspirasi sekali..! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: