Balada Orang Biasa

Berbagi Untuk Semua, Ingin Bermanfaat Bagi Sesama

Meminta Maaf dan Memaafkan

Posted by lexdoank pada November 21, 2008

memaafkanMeminta maaf dan memaafkan adalah pekerjaan yang gampang di ucapkan, namun susah di praktekkan. Apalagi posisi kita memaafkan orang lain yang pernah menyakiti kita dan bahkan menzalimi kita. Bahkan mungkin dulu ada luka dan semakin kambuh ketika mengingatnya.

Begitu juga meminta maaf, apalagi ketika kita menganggap posisi kita tidak salah. Dan orang lain itu yang bersalah. Ini menurut kita, belum tentu menurut dia.

Kadang hanya masalah sepele, hingga kita bisa saling tidak menyapa dan saling bermusuhan, padahal kita masih se-Aqidah dan masih saudara atau malahan teman kita. Bukankah kanjeng Nabi kita mengajarkan ; Tidak boleh mendiamkan (tidak menyapa) saudara kita lebih dari tiga hari.

Itulah yang pernah saya alami. Saya pernah di zalimi dan diftnah bahkan di usir dari sebuah perusahaan tempat saya bermitra. Lalu saya di tuduh menggelapkan uang ratusan juta dan menghilangkan pembukuan perusahaan. Padahal semua itu tidak pernah ada dan memang tidak ada. Mungkin karena perusahaan sudah menampakkan keuntungan yang luar biasa, sehingga saya harus di depak dari perusahaan. Dan bagaimana caranya saya tidak mendapatkan bagian keuntungan dari bisnis perusahaan. Makanya di buat skenario oleh investor tersebut. Hebat memang. Tapi saya berusaha menjelaskan, namun dia sang investor tidak mau mengerti. Akhirnya saya harus terima nasib saya, di keluarkan paksa dari mitra.

Tapi saya sudah memaafkannya

Mungkin kita sangat tidak bijak pabila kita tetap mendiamkan dan tidak menyapa saudara kita itu. Alangkah kesatria apabila kita meminta maaf dulu kepadanya. Walau dalam pandangan kita, kita dalam posisi tidak bersalah.

Dan yakinlah tidak akan mengurangi wibawa kita di mata saudara kita itu, malahan sebaliknya. Semakin kita berwibawa di matanya, karena kita mengakui kesalahan kita dan meminta maaf padanya.

Dan buah dari itu semua, hati kita menjadi lega dan kita akan semakin akrab dan semakin cinta pada sesama. Lalu tidak ada lagi dendam dan sakit hati diantara kita. Hidup yang indah bukan ?

Bagaimana menurut sahabat ?

Iklan

31 Tanggapan to “Meminta Maaf dan Memaafkan”

  1. Eucalyptus said

    Duh, memaafkan memang bukan pekerjaan yg gampang ya. Kadang lain di mulut lain pula di hati…

    Moga2 saya bisa memaafkan atau meminta maaf apabila ada kesalahan dengan se-tulus2nya, masih harus belajar lebih ikhlas lagi neh..
    Insya Allah…

  2. mang kumlod said

    Betul…
    Ga enak hidup dalam bara amarah…!
    Tapi udah tau begitu, masih aja kadang susah memaapkan…

  3. Gempur said

    Kalo ogut diposisi abang, berat banget yah !!
    Tapi apa mo dikata, maapin atoupun ga maapin hasilnya ga jauh beda..
    mending maapin, tapi jujur aja ogut siy ga gampang terima begitu aja bang..at least qisas lah

    Salutt..

  4. megacule said

    seringnya kalo emosi tinggi, pesan ini dilupakan.
    untung ada wanti-wanti:
    “Tidak boleh mendiamkan (tidak menyapa) saudara kita lebih dari tiga hari.”

    ya mo ga mau mesti ngobrol juga.
    ntar lama-lama cair lagi hubungannya.
    so, masuk akal juga.

    kalo lebih 3 hari mungkin dikhawatirkan marahnya sudah mengerak di dasar hati dan susah dibersihkan:)

  5. agunk agriza said

    minta maaf itu gmpang,tapi memaafkan itu yang susah.. :((

  6. jeunglala said

    It’s forgiven, but not forgotten.
    Melupakan rasa sakitnya, itu yang sangat susah…

    Tapi Bang Alex,
    Abang hebat bisa memaafkan kesalahan mereka.
    Orang-orang yang bisa baik dengan mereka yang telah berbuat zalim kepadanya, adalah orang-orang yang sangat hebat….
    Saya salut, Bang!

  7. langitjiwa said

    Memaafkan memang membutuhkan jiwa besar.

  8. sachroel said

    wah wah….berat tuh….
    kayaknya perlu latihan lama baru bisa kayak gitu.

    salut buat mas Alex.
    salam kenal juga (he..he..hampir lupa)

  9. Istantina said

    Adow!! Serasa ketampar (baca: kesindir) nie baca postingan ini…

  10. awi said

    iya hidup memang indah jika kita bisa memaafkan, atau meminta maaf meskipun bukan kita yg salah, membuat kita lebih bijak, tp kadang sulit memaafkan, perlu waktu

  11. awi said

    memaafkan membuat kita lebih bijak, tp kadang sulit memaafkan, perlu waktu

  12. manusia adalah makhluk yang tempatnya salah.
    kesadaran terhadap kesalahan memberi konsekwensi untuk terbiasa dengan maaf memaafkan.
    budaya tinggi dari makhluk yang tempatnya salah itu adalah saling memaafkan.

  13. Yusuf said

    saya jugax minta maaf dan sayah sudah memaafkan anda… 😀

  14. yannie said

    Allah Maha pemaaf…Manusia tempatnya salah,MAAF..perlu kebesaran hati….

  15. fantasyforever said

    Kalau saya mas.. Walaupun saya tidak bersalah saya harus meminta maaf. Siapa yang meminta maaf terlebih dahulu dia selangkah lebih benar ketimbang yang satunya.

  16. zulham said

    Setuju… sangat setuju…
    Saling memaafkan, mengeratkan persaudaraan…

  17. kniapril said

    insya Allah bisa ikhlas..

  18. rizal619 said

    Saling memaafkan memang akan membuat hidup kita lebih indah dan bermakna.Always peace and respect…:)

  19. wi3nd said

    men9ucapkan kata maaf meman9 9ampan9 dan mudah..
    setiap melakukan kesalahan pasti maaf ya? tanpa tau apa seeh esensialna dari kata maaf ituh sendiri..
    yan9 sul!t ituh memaafkan y9 benar2 maaf alias tulus,tanpa beban dihati tak hanya ucap sajah..dan ituh sedan9 belajar..memaafkan secara tulus..:)

  20. nono said

    saya maafkan dgn tulus dan iklas… 🙂
    maafkan juga jika saya ada salah kata… 🙂

  21. Edi Psw said

    Yang penting kita harus selalu berbuat baik. Walaupun difitnah oleh seseorang, harus tetap sabar dan tidak boleh membalas memfitnah orang tersebut. Aku yakin, orang yang telah mendzalimi kita, suatu saat akan menerima balasan yang setimpal.

  22. vizon said

    di dunia ini banyak “orang besar”, tapi tidak banyak yg “berjiwa besar”
    orang yang mampu memaafkan kesalahan orang lain, sebesar apapun itu, tanpa diminta sekalipun, itulah orang yg berjiwa besar, dan… bang alex telah menunjukkannya, salut, perlu kedalaman iman dan ilmu untuk bisa memiliki kebesaran jiwa semacam ini…

  23. pernahkah kita terpikir untuk memaafkan diri sendiri, karena seringnya diri kita juga sering berbuat salah?
    Maafkan dirimu, dg begitu kau mungkin bisa memaafkan mereka.

  24. nie said

    tidak boleh mendiamkan sodara lebih dr 3 ari?
    loh, klo sodara jauh yg susa dihubungi, piye? hehehehe..
    canda dink :p

    lam kenal ya.
    mari kita saling memaapkan, betul itu..engga boleh mendendm ama org laen lama2. ntar malah bikin gondok ati sendiri. harus “berjiwa besaaar” 🙂

    peace v^^

  25. thya said

    waaah, kalo pemaaf sama penyabar sama gak ya bang alex..?

    ty gak tau sii kalo kanjeng bang alex tinggal di pekanbaru, tau gitu tya minta jalan2 yaaa, hehehe
    kabar baik bang? lama gak blogwalking ni tya

  26. Ly said

    Yach kalau gituu…. Maafkan dakuu… kalau ada salah² berucap 😀
    kalau prinsip aq sich n’ ajaran yang aq anut 🙂 “ALLAH SWT aja yang Maha Sempurna mau Memaafkan Hamba²nya yang melakukan kesalahan sebesar gunung masa qt sebagai Hambanya yang tak sempurna tak mau saling memaafkan…:) jadi mulai sekarang Bersihkan hati dari yang namanya Penyakit Hati 😀

  27. Rita said

    Pertama saya ikut sedih membaca kejadian yang mas alami……
    Benar hanya orang2 yg berjiwa besar yang dapat melontarkan kata maaf lebih dulu….
    Dan hanya orang2 yg dilimpahi kasih sayang dariNya yang dapat memiliki rasa sayang terhadap musuhya sekalipun (kata pak Ustadz)
    Walaupun mungkin masih jauh dari sifat seperti tsb diatas tapi saya akan terus belajar dan berusaha….

  28. nun1k04a said

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur http://www.infogue.com/info/cinema/& http://www.infogue.com/game_online & http://www.infogue.com/kamus untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://gaya-hidup.infogue.com/meminta_maaf_dan_memaafkan

  29. Kayak filosofi paku di pagar?
    Walau bilang udah memaafkan (ibaratnya nyabut paku yang nancep di pagar), tapi lukanya masih ada (waktu paku udah dicabut, pagarnya tetep bolong)…

    Buat saya, minta maaf lebih mudah dari memaafkan…

    Mungkin harus belajar jadi agar2 atau jelli, biar lubangnya lebih gampang ketutup? 😀

  30. tutinonka said

    Ada orang yang pada dasarnya memiliki watak pendendam, ada pula yang memiliki watak pemaaf. Beruntunglah mereka yang memiliki watak pemaaf, sebab hidup pasti terasa mudah dan indah. Namun bagi yang memiliki watak pendendam, bukan berarti tidak bisa belajar untuk menjadi pemaaf.

  31. HeLL-dA said

    Betul, Bang…
    Tak ada lagi dendam, bisa membuat hati tenang tentunya.
    Tapi, terkadang hati ini berkata lain, inginnya tinggi hati.
    Huff..
    😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: