<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Balada Orang Biasa</title>
	<atom:link href="http://bahagialah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahagialah.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi Untuk Semua, Ingin Bermanfaat Bagi Sesama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:48:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bahagialah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Balada Orang Biasa</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bahagialah.wordpress.com/osd.xml" title="Balada Orang Biasa" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bahagialah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KEBAHAGIAAN</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2011/09/07/kebahagiaan/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2011/09/07/kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 09:17:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=652</guid>
		<description><![CDATA[Mari semua kita bersyukur atas nikmat Allah yang Allah berikan, atas segala anugerah yang terus IA limpahkan kepada kita, Dia lah ALLAH Yang Maha Baik, Allah yang Maha Pengampun, yang dengan segala kelemahan &#38; kealpaan kita, IA masih mencurahkan nikmat kesempatan buat kita semua untuk melakukan perbaikan. Sifat dan rasa syukur yg kita lakukan adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=652&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2011/09/alam-indah1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-660" title="alam indah" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2011/09/alam-indah1.jpg?w=300&#038;h=179" alt="" width="300" height="179" /></a>Mari semua kita bersyukur atas nikmat Allah yang Allah berikan, atas segala anugerah yang terus IA limpahkan kepada kita, Dia lah ALLAH Yang Maha Baik, Allah yang Maha Pengampun, yang dengan segala kelemahan &amp; kealpaan kita, IA masih mencurahkan nikmat kesempatan buat kita semua untuk melakukan perbaikan.</p>
<p>Sifat dan rasa syukur yg kita lakukan adalah semua cara yang akhirnya dapat membuat kita yakin dan memahami bahwa Allah telah memberi berbagai anugerah yang luar biasa, yang tiada tara, bersamaan dengan sikap kita yang juga kita akui luar biasa melakukan penentangan kepada Allah ta’ala. Bersyukur kita karena hari ini Allah masih memberikan kehidupan kepada kita semua, dengan kehidupan ini, segala amal kebajikan, segala amal yang kita lakukan, masih Allah izinkan untuk menghapus amal-amal buruk yang telah kita perbuat. Sebaliknya sekuat apapun keinginan kita untuk beramal dan melakukan berbagai kebaikan, tetapi ketika kita sudah berpindah ke alam barzah, maka segala keinginan dan amal perbuatan itu tidak lagi Allah hitung sebagai sebuah amal dan tidak Allah berikan lagi kesempatan untuk melakukan amal tsb, karena beramal hanyalah didunia, setelah hidup didunia hanyalah tinggal mempertanggungjawabkan amal.</p>
<p>Mari kita sama2 kembali untuk memahami dan menyadari bahwa salahsatu bentuk wujud kasihsayang Allah kpd kita, ketika kita renungkan dan diberi Allah kita Al-Qur’an melalui lisan Rasulullah Muhammad SAW. Diturunkan-NYA Al-Qur’an tidak lain adalah sebuah panduan dan tatacara yang harus kita lalui dan kita lakukan, jika kita ingin hidup bahagia di dunia dan di akhirat, jika kita ingin hidup dalam keadaan yang penuh makna, bahkan meninggalkan kehidupan dunia dalam keadaan yang banyak memberi makna &amp; manfaat buat kehidupan manusia.</p>
<p>Mari sama2 kita mengenal tentang kehidupan, mengenal tentang realitas kehidupan kita, mengenal tentang kebahagiaan dan segala faktor yang bisa kita lakukan untuk bisa kita mencapainya. Banyak cara seseorang untuk mencapai kebahagiaan dalam hidupnya, segala upaya ia lakukan demi terwujudnya kebahagiaan yang ia dambakan, namun pertanyaan sederhana yang menarik untuk kita renungkan adalah; sudahkah dalam hidup ini kita memiliki target hidup yang jelas? Apakah kita yakin dan optimis bisa mencapainya? Kemudian apakah kita sudah memiliki perencanaan yang serius untuk mewujudkannya? apakah langkah-langkah kita sudah tepat? dan juga apakah kita sudah totalitas dalam menjalankannya? Berikutnya sudahkah kita mengenali potensi &amp; kerahiman yang Allah berikan kepada diri kita? dan selanjutnya apakah kita bahagia dengan profesi dan aktifitas yang kita lakukan hari ini.</p>
<p>Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini cukup bermakna buat kita renungkan, mungkin sebagian orang mengatakan bahwa hidup ini mengalir begitu sajalah apa adanya, namun tahukah kita bahwa air yang mengalir itu bisa menuju ke tempat yang jernih, bersih dan segar. Namun air juga bisa mengalir menuju ketempat pembuangan air yang sangat menjijikkan, penuh kotoran dan bakteri, bau dan tentunya mengandung berbagai bibit penyakit.</p>
<p>Lalu kemanakah sebenarnya aliran air kehidupan yang kita lalui?, sudahkah kita memahami jika hari ini kita merasakan bahwa secara materi kehidupan kita cukup terpenuhi, misal kita adalah pemilik harta yang banyak atau kita adalah seorang anak pengusaha yang kaya raya, punya jabatan yang baik, terkenal, dihormati, dikagumi dan juga cerdas, apakah ini tepat kita katakan bahwa kita telah meraih kesuksesan dan kebahagiaan?. Atau buat kita yang saat ini dalam keadaan minim harta, kita adalah anak dari orang yang tidak berharta, tidak terkenal, jabatan rendah. Dan hari ini kita adalah orang yang sedang berjuang dan bersusah payah dalam memenuhi kebutuhan hidup, apakah ini menunjukkan bahwa diri kita belum meraih sukses dan bahagia itu?</p>
<p>Akhirnya apakah kebahagiaan dan kesuksesan itu ditandai dengan ada atau tidak adanya harta dan jabatan? Bagaimana dengan mereka yang kaya raya dengan cara yang haram? Apakah kebahagiaan itu telah hadir pada kehidupan mereka? Atau apa yang kita lihat dengan si miskin yang tekun dalam bekerja, dengan senyumnya yang lepas dan bebas, apakah kesengsaraan dan kegagalan itu bersemayam dalam hidup mereka saat ini? Jawabannya jelas belum pasti. Maka kebahagiaan itu sebenarnya terletak pada jiwa bukan harta dan sejauh mana kita berhubungan dengan Sang Pencipta.<br />
Wallahu a’lam bisawwab</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/652/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/652/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=652&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2011/09/07/kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2011/09/alam-indah1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">alam indah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AKU RINDU</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2010/12/07/aku-rindu/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2010/12/07/aku-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 12:47:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Matahari sore itu terbenam di ufuk barat, tenggelam ditelan bumi, ditelan luasnya Samudera. Safaq merah membuncah, berkilauan, memantulkan cahaya diawan. Indah bukan main, aku masih berjalan menyusuri jalan pantai ini, menikmati indahnya lukisan alam. Perjalanan senja di pantai barat sumatera, membuat hatiku bahagia tiada tara. subhanallah&#8230;. Hari tepat tanggal 1 Muharram 1432 Hijrah, dimulainya hitungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=653&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2010/12/sunset01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-654" title="sunset01" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2010/12/sunset01.jpg?w=302&#038;h=285" alt="" width="302" height="285" /></a>Matahari sore itu terbenam di ufuk barat, tenggelam ditelan bumi, ditelan luasnya Samudera. Safaq merah membuncah, berkilauan, memantulkan cahaya diawan. Indah bukan main, aku masih berjalan menyusuri jalan pantai ini, menikmati indahnya lukisan alam. Perjalanan senja di pantai barat sumatera, membuat hatiku bahagia tiada tara. subhanallah&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari tepat tanggal 1 Muharram 1432 Hijrah, dimulainya hitungan tahun Islam. Dan sebentar lagi juga akan terbit matahari 2011 Masehi. Tepat 1 satun sudah aku tidak menulis di blog ini. Sepi, hampa, tapi kadang ada kerinduan menyergap, hingga aku sering bernostalgia dengan tulisan-tulisanku di blog ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sudah kejadian yang kulalui, mulai dari gempa 30 september 2009 di Sumbar, sampai gempa baru-baru ini. Jadi relawan gempa hingga aku sekarang harus tinggal sementara di pesisir pantai barat sumatera. Waktu-waktuku, kesibukanku diluar sana membuat aku harus meninggalkan blog ini..padahal  aku rindu ingin menulis lagi disini, ya disini diblog biru ini&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku rindu menulis dan menumpahkan segala pemikiranku kembali di blog ini&#8230;semoga aku bisa&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=653&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2010/12/07/aku-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2010/12/sunset01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sunset01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAHUKAH ANDA??</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/22/tahukah-anda/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/22/tahukah-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 03:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim. Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke Perpustakaan Kongres amerika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=639&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Suku Indian Cherokee dahulu adalah muslim</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Benarkah? Ya benar sekali, dalam sejarah yang tidak terungkap dan tidak pernah terungkap dan hanya diungkap di kalangan akedemisi yang berhubungan dengan sejarah, tercatat bahwa suku indian Cherokee mayoritas beragama muslim. Sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke Perpustakaan Kongres amerika (Library of Congress) silahkan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-639"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Disana akan terlihat tanda tangan kepala suku Cherokee saat itu dengan nama <strong>Abdel-Khak and Muhammad Ibn Abdullah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Subhanalloh….<br />
Kok bisa?</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarahnya panjang,</p>
<p style="text-align:justify;">Semangat orang-orang Islam dan Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu. Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah <strong>Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi</strong> (meninggal tahun 957), <strong>Al Idrisi</strong> (meninggal tahun 1166), <strong>Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari</strong> (1300 – 1384) dan <strong>Ibnu Battuta</strong> (meninggal tahun 1369).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim <strong>Al Masudi</strong> (871 &#8211; 957), <strong>Khashkhash Ibnu Saeed Ibnu Aswad</strong> seorang navigator muslim dari <strong>Cordoba</strong> di <strong>Andalusia</strong>, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, <strong>‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels)</strong>, Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol <strong>Abdullah Ibn Muhammad</strong> (888 &#8211; 912), <strong>Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad</strong> berlayar dari <strong>Delba (Palos)</strong> pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya <strong>Ard Majhoola</strong>, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku <strong>‘Akhbar Az Zaman’</strong> yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dr. Youssef Mroueh</strong> juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah <strong>Abdul Rahman III</strong> (tahun 929-961) dari dinasti <strong>Umayyah</strong>, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah <strong>Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya</strong> bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, <strong>Hisham II </strong>(976-1009) seorang navigator dari <strong>Granada</strong> bernama <strong>Ibnu Farrukh</strong> tercatat meninggalkan pelabuhan <strong>Kadesh</strong> pada bulan Februari tahun 999 melintasi <strong>Lautan Atlantik</strong> dan mendarat di <strong>Gando (Kepulaun Canary)</strong>. Ibn Farrukh berkunjung kepada <strong>Raja Guanariga</strong> dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya <strong>Capraria </strong>dan <strong>Pluitana</strong>. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada bulan Mei 999.</p>
<p style="text-align:justify;">Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut <strong>Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani</strong>. Kapalnya berlepas dari <strong>Tarfay</strong> di Maroko pada zaman <strong>Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef</strong> (1286 &#8211; 1307) raja keenam dalam dinasti <strong>Marinid</strong>. Kapalnya mendarat di pulau <strong>Green</strong> di <strong>Laut Karibia</strong> pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sultan-sultan dari kerajaan <strong>Mali</strong> di Afrika barat yang beribukota di <strong>Timbuktu,</strong> ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan <strong>Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari</strong> (1300 &#8211; 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah <strong>Sultan Abu Bakari I</strong> (1285 &#8211; 1312), saudara dari <strong>Sultan Mansa Kankan Musa</strong> (1312 &#8211; 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai <strong>Mississippi</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna <strong>Piri Re&#8217;isi</strong> yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja <strong>Ottoman Sultan Selim I</strong> tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_640" class="wp-caption alignleft" style="width: 153px"><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/seq_thumb1.jpg"><img class="size-full wp-image-640" title="seq_thumb[1]" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/seq_thumb1.jpg" alt="Sequoyah" width="143" height="211" /></a><p class="wp-caption-text">Sequoyah</p></div>
<p style="text-align:justify;">Bicara tentang <strong>Cherokee</strong> tentu saja tidak bisa lepas dari <strong>Sequoyah</strong> (portait kiri atas).  Seorang asli suku Cherokee yang menghidupkan kembali <strong>Syllabary</strong> suku mereka pada 1821. <strong>Syllabary </strong>adalah semacam aksara barangkali, bila kita mengenalnya dengan abjad A sampai Z maka suku Cherokee memiliki cara sendiri untuk aksara-nya. Yang membuatnya sangat luar biasa adalah ternyata aksara yang ditemukan kembali oleh Sequoyah mirip sekali dengan aksara Arab (lihat gambar bawah). Beberapa tulisan cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada bahkan sangat mirip dengan tulisan <strong>“Muhammad”</strong> dalam bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_642" class="wp-caption aligncenter" style="width: 176px"><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/font-seq_thumb21.jpg"><img class="size-full wp-image-642" title="font-seq_thumb[2]" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/font-seq_thumb21.jpg" alt="Aksara Syllabary" width="166" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">Aksara Syllabary</p></div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukti lainnya adalah, <strong>Columbus </strong>sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut <strong>Nabi Muhammad</strong>. Dia faham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami <strong>Karibia</strong>, <strong>Amerika Utara</strong> dan <strong>Selatan</strong>. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika. Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa menikahi orang-orang pribumi. Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara <strong>Gibara</strong> dan <strong>Pantai Kuba</strong> melihat sebuah <strong>Masjid</strong> (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di <strong>Kuba</strong>, <strong>Mexico</strong>, <strong>Texas</strong> dan <strong>Nevada</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan tahukah anda? 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus kapten kapal <strong>Pinta</strong> dan <strong>Nina</strong> adalah orang-orang muslim yaitu dua bersaudara <strong>Martin Alonso Pinzon</strong> dan <strong>Vicente Yanex Pinzon</strong> yang masih keluarga dari <strong>Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III</strong> (1362). [THACHER,JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan mengapa hanya Columbus saja yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua amerika? Karena saat terjadi pengusiran kaum yahudi dari spanyol sebanyak 300.000 orang yahudi oleh raja <strong>Ferdinand</strong> yang Kristen, kemudian orang-orang yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus dan berita ‘penemuan benua Amerika’ dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol. Pelayaran Columbus ini nampaknya haus publikasi dan diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan ‘pesan sponsor’ Yahudi sang penyandang dana. Kisah selanjutnya kita tahu bahwa media massa dan publikasi dikuasai oleh orang-orang Yahudi yang bahkan dibenci oleh orang-orang seperti Henry Ford si raja mobil Amerika itu. Maka tampak ada ketidak-jujuran dalam menuliskan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang Eropa menjejakkan kaki ke benua Amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Penemu Benua Amerika adalah Laksamana Cheng Ho</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p><div id="attachment_644" class="wp-caption alignleft" style="width: 146px"><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/zheng-he_thumb5.jpg"><img class="size-full wp-image-644" title="zheng he_thumb[5]" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/zheng-he_thumb5.jpg" alt="Laksamana Cheng Ho" width="136" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Laksamana Cheng Ho</p></div>Dan tahukah anda? sebenarnya laksamana <strong>Zheng He</strong> atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama <strong>laksamana Cheng Ho</strong> adalah penemu benua amerika pertama, sekitar 70 tahun sebelum <strong>Columbus</strong>. Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah lebih dulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diselenggarakan oleh <strong>Royal Geographical Society </strong>di London beberapa waktu lalu dibuat terperangah. Adalah seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama <strong>Gavin Menzies</strong> dengan paparannya dan lantas mendapat perhatian besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Tampil penuh percaya diri, Menzies menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur asal Cina, Laksamana Zheng He (kita mengenalnya dengan Ceng Ho-red). Bersama bukti-bukti yang ditemukan dari catatan sejarah, dia lantas berkesimpulan bahwa pelaut serta navigator ulung dari masa dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan menurutnya, Zheng He &#8216;mengalahkan&#8217; Columbus dengan rentang waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat kehebohan lantaran masyarakat dunia selama ini mengetahui bahwa Columbus-lah si penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Pernyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Adalah sebuah peta buatan masa sebelum Columbus memulai ekspedisinya lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He yang dosodorkannya sebagai barang bukti itu. Menzies menjadi sangat yakin setelah meneliti akurasi benda-benda bersejarah itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221;Laksamana inilah yang semestinya dianugerahi gelar sebagai penemu pertama benua Amerika,&#8221; ujarnya. Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk penelitian peta-peta kuno, bukti artefak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi modern seperti melalui program software Starry Night.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari bukti-bukti kunci yang bisa mengubah alur sejarah ini, Menzies mengatakan bahwa sebagian besar peta maupun tulisan navigasi Cina kuno bersumber pada masa pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya hingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelumnya armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melewati Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Uraian astronomi pelayaran Zheng He kira-kira menyebut, pada larut malam saat terlihat bintang selatan sekitar tanggal 18 Maret 1421, lokasi berada di ujung selatan Amerika Selatan. Hal tersebut kemudian direkonstruksi ulang menggunakan software Starry Night dengan membandingkan peta pelayaran Zheng He.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya memprogram Starry Night hingga masa di tahun 1421 serta bagian dunia yang diperkirakan pernah dilayari ekspedisi tersebut,&#8221; ungkap Menzies yang juga ahli navigasi dan mantan komandan kapal selam angkatan laut Inggris ini. Dari sini, dia akhirnya menemukan dua lokasi berbeda dari pelayaran ini berkat catatan astronomi (bintang) ekspedisi Zheng He.</p>
<p style="text-align:justify;">
Lantas terjadi pergerakan pada bintang-bintang ini, sesuai perputaran serta orientasi bumi di angkasa. Akibat perputaran bumi yang kurang sempurna membuat sumbu bumi seolah mengukir lingkaran di angkasa setiap 26 ribu tahun. Fenomena ini, yang disebut presisi, berarti tiap titik kutub membidik bintang berbeda selama waktu berjalan. Menzies menggunakan software untuk merekonstruksi posisi bintang-bintang seperti pada masa tahun 1421.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita sudah memiliki peta bintang Cina kuno namun masih membutuhkan penanggalan petanya,&#8221; kata Menzies. Saat sedang bingung memikirkan masalah ini, tiba-tiba ditemukanlah pemecahannya. &#8220;Dengan kemujuran luar biasa, salah satu dari tujuan yang mereka lalui, yakni antara Sumatra dan Dondra Head, Srilanka, mengarah ke barat.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Bagian dari pelayaran tersebut rupanya sangat dekat dengan garis katulistiwa di Samudera Hindia. Adapun Polaris, sang bintang utara, dan bintang selatan Canopus, yang dekat dengan lintang kutub selatan, tercantum dalam peta. &#8220;Dari situ, kita berhasil menentukan arah dan letak Polaris. Sehingga selanjutnya kita bisa memastikan masa dari peta itu yakni tahun 1421, plus dan minus 30 tahun.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Atas temuan tersebut, <strong>Phillip Sadler</strong>, pakar navigasi dari <strong>Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics</strong>, mengatakan perkiraan dengan menggunakan peta kuno berdasarkan posisi bintang amatlah dimungkinkan. Dia juga sepakat bahwa estimasi waktu 30 tahun, seperti dalam pandangan Menzies, juga masuk akal.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama ini, masyarakat dunia mengetahui kiprah <strong>Zheng He</strong> sebagai penjelajah ulung. Dia terlahir di <strong>Kunyang</strong>, kota yang berada di sebelah barat daya <strong>Propinsi Yunan</strong>, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah bagian dari warga minoritas <strong>Semur</strong>. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam. Ayah dan kakek Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Sementara Zheng He sendiri tumbuh besar dengan banyak mengadakan perjalanan ke sejumlah wilayah. Ia adalah Muslim yang taat.</p>
<p style="text-align:justify;">Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah ada jauh sebelum masa dinasti Ming. Pada saat pasukan Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun. Zheng He pun dijadikan sebagai pelayan putra mahkota yang nantinya menjadi kaisar bernama Yong Le. Nah kaisar inilah yang memberi nama Zheng He hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=639&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/22/tahukah-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/seq_thumb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">seq_thumb[1]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/font-seq_thumb21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">font-seq_thumb[2]</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/zheng-he_thumb5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">zheng he_thumb[5]</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CATATAN AWAL TAHUN</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/18/catatan-awal-tahun/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/18/catatan-awal-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 11:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/18/catatan-awal-tahun/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa sobat, 1430 Hijriah akan meninggalkan kita. Kurang dari 1 minggu, kita akan memasuki tahun baru 1431 H. Seorang Muslim sejati akan menjadikan moment tersebut sebagai penambah motivasi untuk menjadi lebih baik, lebih bersyukur kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kualitas hubungan ukhuwah antar sesama. Jangan heran, ada juga sebagian dari manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=638&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/bulan-sabit.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-650" title="Bulan sabit" src="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/bulan-sabit.jpg" alt="" width="207" height="168" /></a>Tidak terasa sobat, 1430 Hijriah akan meninggalkan kita. Kurang dari 1 minggu, kita akan memasuki tahun baru 1431 H. Seorang Muslim sejati akan menjadikan moment tersebut sebagai penambah motivasi untuk menjadi lebih baik, lebih bersyukur kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kualitas hubungan ukhuwah antar sesama.<span id="more-638"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jangan heran, ada juga sebagian dari manusia yang menjadikan tahun baru Islam sebagai perayaan yang mengarah kepada kesyirikan. Na&#8217;udzubillah, menganggapnya sebagai hari sial untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, mencuci jimat dan pusaka dan melakukan ritual-ritual lainnya yang konon telah dilakukan terus-menerus oleh nenek moyang terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“dan apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&#8221; mereka menjawab: &#8220;(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami&#8221;. &#8220;(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&#8221;</em>. (TQS. 2 : 170)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul&#8221;. mereka menjawab: &#8220;Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya&#8221;. dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.</em> (TQS. 5 : 104)</p>
<p style="text-align:justify;">Muharam adalah bulan awal tahun kalender Islam. Kalender Islam disebut Hijriah mengikuti perputaran bulan bukannya matahari seperti kalender Masehi. Oleh karena itu jumlah harinya pun berbeda. Hijriah memiliki 11 hari lebih pendek dari Masehi. Dalam perhitungan matahari dalam satu tahun terdapat 365 hari, sedangkan perhitungan bulan terdapat 354 hari. Tak heran pernah dalam satu tahun Masehi umat Islam merayakan dua kali Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata bukan itu saja perbedaannya. Kontrasnya malam yang gelap dan siang yang terang, seperti itu jugalah perbedaannya dalam kehidupan kita belakangan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam hari menjelang tahun baru Masehi, dapat dipastikan jalanan macet, hunian hotel meningkat, pusat hiburan ramai, dan terompet laku. Menghabiskan malam dengan tawa dan berusaha mengenyahkan duka. Semuanya tak jauh dari urusan hura-hura karena bagi mereka tahun baru berarti umur yang baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Lihatlah bagaimana malam hari menjelang tahun baru Hijriyah. Jalanan normal, hunian hotel juga normal, pusat hiburan sepi bahkan tak ada yang iseng menjual terompet. Bukan berarti tak ada kegiatan, namun kegiatannya berpindah ke mesjid-mesjid untuk mendengar ceramah dan Mabit.</p>
<p style="text-align:justify;">Hilang segala hingar bingar, mereka menghabiskan malam dengan menangis memohon ampun pada Allah swt. Tangis mereka seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Benar, sebenarnya kita telah kehilangan waktu kita di dunia secara perlahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun Hijriah seperti namanya, ditetapkan setelah Rasulullah saw. Hijrah dari Mekah ke Madinah. Sebelumnya penamaan tahun didasarkan atas nama binatang, seperti tahun saat Rasulullah dilahirkan merupakan tahun Gajah, persoalan mungkin atau tidaknya penamaan ini berlanjut sampai sekarang oleh kalender Cina, Wallahu ‘Alam.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan atas nama tersebut, maka sebaiknya momen tahun baru Hijriah ini kita maknai sebagai hari kita juga untuk Hijrah. Selemah-lemahnya Hijrah tentunya adalah hijrah niat. Bila tahun sebelumnya kita sering punya niat jahat terhadap orang lain maka tahun ini berubah jadi niat baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah baiknya jika bisa hijrah dari keadaan sering bermaksiat dan bergelimang dosa ke keadaan sering beribadah kepada Allah dan mentaati-NYA . Hijrah dari sifat kikir ke pemurah, hijrah dari sifat pedendam menjadi pemaaf, hijrah dari hal-hal buruk kepada hal-hal baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> [TQS. 4 :100]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/638/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/638/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=638&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/18/catatan-awal-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bahagialah.files.wordpress.com/2009/12/bulan-sabit.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bulan sabit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wong Fei Hung (Faisal Husain Wong)</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/01/632/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/01/632/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 05:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/01/632/</guid>
		<description><![CDATA[Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong. Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=632&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.<br />
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?<span id="more-632"></span></p>
<p>Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.</p>
<p>Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.</p>
<p>Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.</p>
<p>Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.</p>
<p>Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.</p>
<p>Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.</p>
<p>Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.</p>
<p>Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.</p>
<p>Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.</p>
<p>Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.</p>
<p>Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/632/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/632/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=632&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/12/01/632/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Episode Samara Keluarga Ibrahim</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/25/episode-samara-keluarga-ibrahim/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/25/episode-samara-keluarga-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 05:53:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Lelaki tua itu berjalan tertatih. Hawa panas gurun membasuh seluruh tubuhnya. Di sampingnya berjalan seorang perempuan muda sambil menggendong bayinya yang masih merah. Mereka berjalan kaki menyusuri gurun pasir yang ganas dari Syam (Syria) hingga sampai di suatu daerah, Gunung Faran di Makkah. Lelaki tua itu menempatkan isteri dan anaknya di sebuah lembah gersang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=629&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Lelaki tua itu berjalan tertatih. Hawa panas gurun membasuh seluruh tubuhnya. Di sampingnya berjalan seorang perempuan muda sambil menggendong bayinya yang masih merah. Mereka berjalan kaki menyusuri gurun pasir yang ganas dari Syam (Syria) hingga sampai di suatu daerah, Gunung Faran di Makkah. Lelaki tua itu menempatkan isteri dan anaknya di sebuah lembah gersang dan asing, lalu beliau pergi meninggalkan mereka berdua.<span id="more-629"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sambil memegang baju suaminya, Si wanita muda memelas ingin pulang: “Ya Ibrahim, suamiku kemanakah gerangan engkau akan pergi meninggalkan kami, padahal kami tidak memiliki bekal apa-apa?”</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki tua yang tidak lain adalah Sang Nabi diam tidak menjawab, karena sesungguhnya dia sendiri tidak tahu apa-apa kecuali hanya karena titah Allah semata, yang harus dia taati dan turuti selamanya. Siti Hajar semakin penasaran untuk mengetahui gerangan apa motivasi suaminya berbuat demikian, sampai akhirnya dia bertanya: “Allah-kah yang memberikan titah ini? Ya, jawab Ibrahim As singkat”. Sang isteri segera mengerti seraya berkata: “Pergilah wahai kanda, jika ini adalah perintah-Nya, pasti Dia tidak akan membiarkan kita.”</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah, sebuah nilai keimanan yang dalam, sebuah keyakinan yang sangat mengagumkan. Betapa tidak, seorang perempuan bersama anaknya yang masih disusuinya, berada di suatu tempat yang asing dan gersang, tanpa air dan makanan.. Namun demikian, mereka tunduk pada perintah Allah dan meyakini kebenaran janji-Nya akan datangnya jalan keluar. Betapa agung kedudukanya di sisi Allah Swt, betapa banyak kebaikan yang memancar dari kesalehannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah sepenggal episode sesaat sebelum memancarnya air zam-zam dari balik bebatuan kering, sesaat sebelum sang bayi, Ismail As melepaskan dahaga.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sekelilingnya hanya terhampar padang pasir yang tandus. Wanita itu seperti tak berdaya. Tanpa putus asa dia pun berjalan mencari sebuah tempat yang lebih tinggi untuk melihat-lihat, adakah mata air untuk melepas dahaga sang anak dan juga dirinya. Dia pergi ke bukit Shafa, adakah orang yang melintas ke lembah tersebut ? lalu ia turun dari Shafa, ketika sampai di dataran paling rendah di antara dua bukit, dia semakin semangat untuk segera menuju bukit berikutnya, Marwah. Sesampainya di puncak Marwah, matanya yang awas segera bergerak melihat-lihat, adakah gerangan orang yang lewat? Lalu segera dia turun dari Marwah berlari menuju Shafa untuk melakukan hal yang sama. Lari menuruni bukit, ketika sampai di lembah, dia mempercepat larinya untuk naik menuju bukit yang lain, demikianlah Siti Hajar berulang-ulang melakukannya sebanyak tujuh kali. Diawali di bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. “…karenanya orang-orang melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah”, sabda Rasulullah Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Putus sudah, harapan Siti Hajar untuk bergantung kepada sesama makhluk dan tidak tersisa baginya kecuali berharap kepada sang Khaliq seraya memanjatkan doa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “engkau telah panjatkan doa memohon pertolongan”. Seketika sesosok malaikat tepat berada dekat kaki sang bayi sambil memukul-mukullkan tumitnya ke tanah hingga air yang penuh berkah memancar. Siti Hajar mulai mengumpulkan air dan memagarinya dengan pasir hingga air menggenang setinggi betis. “Sesungguhnya ketika Jibril menggerakkan kedua tumitnya untuk memencarkan air zam-zam, Ibu Ismail (Siti Hajar) segera mengumpulkan kerikil (agar air menggenang). Semoga Allah merahmati Siti Hajar, kalau saja dia tidak menghimpunnya, hanya akan menjadi mata air biasa (yang tercecer)”, sabda Rasulullah Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Ibrahim As memanjatkan sebuah doa yang diabadikan dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 7:<br />
“Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dengan kehendak Allah Swt, datanglah satu kabilah dari Yaman, lalu mereka menempati lembah tersebut. Siti Hajar dan puteranya, Ismail As, merasa tenang dengan kehadiran mereka, keduanya menjadi pelopor yang tinggal di tanah penuh berkah tersebut. Inilah buah dari kesabaran dan keyakinan yang kokoh, yang semestinya tertanam di hati orang-orang beriman.</p>
<p style="text-align:justify;">Lepas dari ujian bagi Ibrahim As dan Siti Hajr beserta puteranya yang berhasil mereka lewati dengan sukses dengan menggapai ridha Alah Swt, episode ujian berikutnya telah menanti bahkan lebih berat. Ketika Ismail As hampir mencapai usia remaja tibalah perintah Allah Swt kepada Ibarahim untuk menyembelih sang putera yang didamba-damba. Kita bisa membayangkan, betapa senangnya Ibrahim As memiliki putera satu-satunya, putera yang diidam-idamkannya, putera yang terlahir secara ajaib karena lahir dari rahim nenek yang sudah renta. Betapa senangnya Ibrahim As dianugerahi sesuatu yang sangat didambakannya, apalagi sang putera menjelang remaja, sebagai tunas yang kelak menggantikan misi kenabiannya, keinginnanya memiliki anak ia adukan kepada Allah agar kelak risalahnya tidak mati sepeninggalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Quran mengisahkan secara dramatis dalam Surat Ash-Shaaffaat ayat 102<br />
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.</p>
<p style="text-align:justify;">Subhanallah ! keimanan sedalam apakah yang diperlihatkan oleh sang Nabi As, sebuah ketundukkan yang mengagumkan, suatu kepasrahan yang elegan. Ibrahim As, manusia lanjut usia yang terpisah dari keluarga dan sanak saudara sekian lama karena misi yang beliau emban, sang pengembara yang selamanya berkelana dari satu tempat ke tempat lain. Tatkala di usia senja dianugerahi putera yang diidamkannya, sang putera yang sering ditinggalkan menginjak remaja, tersirat harapan besar sang pelanjut misi suci, tiba-tiba Sang Khaliq memberi perintah untuk menyembelih sang putera tercinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Nabi dihadapkan pada dua pilihan sulit, apakah taat pada perintah Allah atau mengikuti rasa cintanya kepada sang putera ? Bukan pilihan yang mudah bagi manusia pada umumnya. Namun, naluri iman yang fitri membimbingnya untuk tunduk kepada titah sang Khaliq. Tanpa ragu sedikitpun, tanpa bertanya, kenapa ya Allah, Engkau menyuruhku untuk menyembelih puteraku satu-satunya, kenapa Engkau tidak memerintahkan yang lain? Ibrahim As bergeming untuk memenuhi perintah Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan penuh ketulusan, sikap pasrah yang total, dengan penuh ketenangan sang Bapak memanggil puteranya seraya berkata: “Hai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi, dan engkau tahu mimpi seorang Nabi adalah benar adanya. Aku diperintahkan oleh Allah untuk menyembelihmu, fikirkanlah oleh mu, bagaimana menurutmu?</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Nabi tidak ingin merasa dirinya saleh tanpa menyertakan sang putera tercinta untuk merasakan tingkat ketundukkan dan kepasrahan yang tinggi dihadapan Allah. Sang putera harus tahu arti ketundukkan dan kepasrahan yang sebenarnya, karena kelak dia akan mengemban misi yang sangat berat. Ibrahim As tidak mengatakan: “Hai Ismail, ini perintah Tuhan, suka atau tidak kamu harus menaatinya!” Dengan pendekatan persuasif yang penuh keakraban dan rasa kasih sayang, sang bapak memberikan kesempatan kepada puteranya untuk merenungkan sesuatu sebelum dia mengikuti perintah sang bapak, “Bagaimana pendapatmu nak?”</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti dalam pepatah “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Ibrahim As adalah seorang pendidik yang agung, tidaklah heran jika sang anak memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan bapak. Hanya melalui cerita mimpi sang Ayah, sang anak tahu ayahnya seorang Nabi dan dia tahu mimpi seorang Nabi adalah benar adanya. Tanpa ragu sedikitpun Isma’il As, putera Ibrahim As, bergeming seraya berkata: “Duhai bapakku, lakukanlah apa yang diperintahkan, jika itu titah Allah, insya Allah aku siap untuk bersabar menjalankannya”. Subhanallah ! Tanpa diduga-duga oleh Ibrahim As, sang putera tercinta, Ismail As, dengan lantang, tegar, penuh kepasrahan dan keyakinan bersedia untuk disembelih oleh tangan bapaknya sendiri hanya karena ini adalah perintah Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ismail tunduk dan bersedia untuk disembelih bukan karena kepahlawanan, bukan karena ingin disebut pemberani, bukan pula sebuah aksi nekat yang tanpa pertimbangan. Yang dilakukannya adalah hanya mengikuti dan tunduk pada perintah Allah, karena dia yakin ini perintah Allah maka dia juga meyakini, Allah akan memberinya sesutu yang terbaik, dan yang terbaik bagi dirinya adalah bersikap sabar.</p>
<p style="text-align:justify;">Tibalah saatnya eksekusi, Ibrahim As menuntun puteranya, Ismail As menuju Mina untuk melaksanakan perintah Allah Swt. Tenyata, ada yang tidak senang dengan apa yang dilakukan Ibrahim As beserta puteranya, dialah Syaitan. Makhluk terkutuk ini merasa geram jika ada diantara hamba-hamba yang tunduk dan pasrah kepada Allah. Dialah Syaitan yang membangkang perintah Allah untuk bersujud kepad Adam As, meskipun hanya satu kali sujud. Dengan berbagai tipu daya dan muslihat Syaitan berupaya menggagalkan rencana Ibrahim As dan puteranya Ismail.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaitan berupaya menggoda di tiga lokasi yang berbeda. Dengan sigap, Ibrahim As melemparinya dengan batu kerikil sebanyak tujuh kali. Syaitan lari, ke lokasi yang berada di tengah, Ibrahim As melemparinya lagi sebanyak tujuh kali, hingga akhirnya syaitan lari ke lokasi yang berikutnya, demikian pula Ibrahim As mengejar dan melemparinya dengan batu dan jumlah lemparan yang sama sampai akhirnya syetan lari tunggang langgang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan langkah pasti Ibrahim As bersegera melanjutkan rencana sucinya. Sesaat kemudian sang putera tercinta berbaring pasrah, sementara sang bapak dengan penuh kerelaan siap menghunuskan pedang menyembelihnya. Mereka bedua telah membuktikan kepada dunia tentang arti kepasarahan dan ketundukkan kepada Yang Maha Kuasa, sang ayah telah siap mengucurkan darah putranya, namun kehendak Allah di atas segalanya. Allah tidak akan membiarkan hambanya yang saleh ternoda jasadnya begitu saja, Allah tidak akan membiarkan hambanya yang taat lehernya bersimbah darah. Kesalehan, ketundukan dan kepasrahan mereka telah terbukti, mereka adalah hamba Allah yang sukses melewati ujian yang maha berat.</p>
<p style="text-align:justify;">“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui.” QS Annisa: 147</p>
<p style="text-align:justify;">Bunda Hajar dan putera semata wayang Ismail As dalam diri keduanya kita dapatkan sifat-sifat kesalehan yang hakiki. hasil didikan suami dan ayah tercinta abul anbiya Ibrahim as.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=629&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/25/episode-samara-keluarga-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BOLEH MAKSIAT&#8230;.. ASAL&#8230;&#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/19/boleh-maksiat-asal/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/19/boleh-maksiat-asal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 10:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat seorang ahli hikmah, Ibrahim bin Adham didatangi orang yang mengaku ahli maksiat. Ia mengutarakan niatnya untuk keluar dari kubangan dunia hitam. Ibrahim bin Adham memberikan nasihat seraya berkata, “Jika ingin menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka tak mengapa kamu meneruskan kesukaanmu berbuat maksiat.” Mendengar perkataan Ibrahim, ahli maksiat dengan penasaran bertanya, “Ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=626&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Suatu saat seorang ahli hikmah, Ibrahim bin Adham didatangi orang yang mengaku ahli maksiat. Ia mengutarakan niatnya untuk keluar dari kubangan dunia hitam. Ibrahim bin Adham memberikan nasihat seraya berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">“Jika ingin menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya, maka tak mengapa kamu meneruskan kesukaanmu berbuat maksiat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mendengar perkataan Ibrahim, ahli maksiat dengan penasaran bertanya, “Ya Abu Ishaq (panggilan Ibrahim bin Adham) apa syaratnya?”</p>
<p style="text-align:justify;">Ibrahim bin Adham berkata, “Pertama, jika ingin melakukan maksiat kepada Allah, janganlah kamu memakan rezeki-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Lalu, aku harus makan dari mana? Bukankah semua yang dibumi ini rezeki Allah?” Kata sang ahli maksiat penuh keheranan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibrahim bin Adham berkata lagi, “Ya, kalau sudah menyadarinya,masih pantaskah kamu memakan rezeki-Nya, sedangkan kamu melanggar perintah-perintah-Nya. Kemudian syarat kedua, kalau ingin bermaksiat kepada-Nya, maka jangan tinggal di bumi-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Abu Ishaq, kalau demikian aku tinggal dimana? Bukankah semua bumi dan isinya ini kepunyaan Allah?” Kata lelaki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya Abdullah, renungkanlah olehmu, apakah masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sedangkan kamu masih hendak melanggar perintah-Nya?” Kata Ibrahim.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, benar, “tutur lelaki itu tertunduk pasrah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibrahim bin Adham kembali berkata, “Syarat ketiga, kalau ingin juga bermaksiat, mau makan rezeki-Nya dan tiggal di bumi-Nya, maka carilah suatu tempat yang tersembunyi dan tidak dapat dilihat-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Abu Ishaq, mana mungkin Allah SWT tidak melihat kita?” ujarnya. Sang ahli maksiat itupun terdiam merenungkan petuah-petuah Ibrahim. Lalu kembali bertanya, “Ya Abu Ishaq,kini apalagi syarat keempat?”</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau malaikat datang hendak mencabut ruhmu, katakanlah,”Undurlah kematianku. Aku ingin bertaubat dan melakukan amal shalih,” Kata Ibrahim.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Abu Ishaq, mana mungkin malaikat maut akan mengabulkan permintaanku itu, “ jawab lelaki itu. “Baiklah, ya Abu Ishaq. Sekarang syarat kelimanya apalagi?” tanyanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau malaikat Zabaniyah hendak membawamu ke neraka di hari kiamat, janganlah kamu mau ikut bersamanya!”</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Abu Ishaq, jelas mereka (malaikat Zabaniyah) tidak mungkin menbiarkan aku menolak kehendak-Nya,” ujar lelaki itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kalau demikian, jalan apa lagi yang dapat menyelamtkan dirimu ya Abdullah? Tanya Ibrahim bin Adham.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya, Abu Ishaq, cukuplah! Cukup! Jangan Engkau teruskan lagi. Mulai detik ini aku beristighfar dan bertaubat pada Allah.”ujar lelaki itu sambil menangis penuh penyesalan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/626/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/626/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=626&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/19/boleh-maksiat-asal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya kenapa</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/15/tanya-kenapa/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/15/tanya-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 09:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Orang-orang kaya begitu miskin ? Kenapa Orang-orang berilmu begitu bodoh ? Tanya Kenapa ?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=623&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa Orang-orang kaya begitu miskin ?</p>
<p>Kenapa Orang-orang berilmu begitu bodoh ?</p>
<p>Tanya Kenapa ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/623/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=623&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/15/tanya-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENANTI</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/13/menanti/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/13/menanti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/13/menanti/</guid>
		<description><![CDATA[Hari hari berlalu Tahun berubah Lahir dan mati silih berganti Namun kau seperti dulu, tak tentu arah Apa kau akan hidup seribu tahun lagi ? Bukan, sekali kali bukan sobat Kita mengarungi hidup ini untuk mencari ridho illahi Agar kelak kita bahagia di akhirat nanti.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=622&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari hari berlalu<br />
Tahun berubah<br />
Lahir dan mati silih berganti<br />
Namun kau seperti dulu, tak tentu arah<br />
Apa kau akan hidup seribu tahun lagi ?</p>
<p>Bukan, sekali kali bukan sobat<br />
Kita mengarungi hidup ini untuk mencari ridho illahi<br />
Agar kelak kita bahagia di akhirat nanti.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=622&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/11/13/menanti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KARENA CINTA</title>
		<link>http://bahagialah.wordpress.com/2009/04/03/karena-cinta/</link>
		<comments>http://bahagialah.wordpress.com/2009/04/03/karena-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 10:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lexdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[balada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bahagialah.wordpress.com/?p=618</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 8 tahun Sang pecinta meninggalkan negerinya, meninggalkan semua yang dimilikinya. Kerinduan akan tanah airnya begitu menggebu, kecintaan pada kampung halamannya begitu membuncah. Ia ingin saja segera pulang dan menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Tapi keinginan itu masih tertunda dan puncak dari semua itu terjadilah sebuah perjanjian yang terkenal dengan perjanjian Hudaibiyyah. Karena perjanjian Hudaibiyyah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=618&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sudah 8 tahun Sang pecinta meninggalkan negerinya, meninggalkan semua yang dimilikinya. Kerinduan akan tanah airnya begitu menggebu, kecintaan pada kampung halamannya begitu membuncah. Ia ingin saja segera pulang dan menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Tapi keinginan itu masih tertunda dan puncak dari semua itu terjadilah sebuah perjanjian yang terkenal dengan perjanjian Hudaibiyyah. Karena perjanjian Hudaibiyyah adalah isyarat bagi pembukaan kota Makkah. Hingga akhirnya tepat pada 10 Ramadhan tahun ke-8 hijrah Rasulullah pulang ke tanah kelahirannya, Makkah. <span id="more-618"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Begitulah cinta Rasulullah pada tanah airnya, negerinya, kampung halamannya, pada bangsanya, pada umatnya. Cinta yang hakiki, bukan slogan, tapi Rasulullah membuktikannya dengan tindakan. Maka jika ada hari ini seorang mukmin mencintai tanah airnya adalah itu sebuah keharusan, sebuah kewajiban dan bagian dari sebuah keimanan yang benar. Seperti akan halnya Syaikh Ahmad Yasin cinta akan bangsanya Palestina hingga ia rela berkorban. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Maka cinta kepada negeri ini, cinta pada rakyat negeri ini, bukan hanya slogan dan janji-janji, seperti politisi-politisi busuk dalam kampanye-kampanye. Setelah ia duduk di legislatif atau di eksekutif lantas ia berbuat semaunya, korupsi dan memperkaya diri sendiri misalnya. Tapi cinta tanah air, cinta pada rakyat negeri ini adalah sebuah tindakan, sebuah perbuatan, sebuah implementasi, sebuah hal konkrit. Terjun ke masyarakat, dengar apa kata mereka, tampung aspirasi mereka, dan berbuat untuk kesejahteraan mereka. Bukan pada saat mau Pemilu saja, tapi kontinyu, berkelanjutan, ada Pemilu atau tidak ada Pemilu sama saja, tetap berbuat untuk masyarakat. Itulah cinta yang ikhlas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kadang hatiku miris melihat betapa negeri ini di kuasai oleh orang-orang yang tidak jujur, tidak amanah, korup, dan tidak pernah peduli dengan nasib rakyat kecil. 32 tahun berlalu kita menderita di negeri sendiri. Ditambah rezim setelah reformasi 10 tahun sudah, namun kita masih seperti dulu, rakyat masih menderita, rakyat masih susah sekolah, rakyat masih susah mencari penghidupan, rakyat masih tidak aman, premanisme di mana-mana. Birokrasi yang korup, selalu minta disuap, urusan apapun negeri ini biayanya amat tinggi. Mau cari proyek di Pemerintahan jangan diharap akan dapat jika tidak menjilat dan menyuap. Pelayanan pemerintahan yang kacau, data penduduk yang amburadul, sejuta masalah di negeri ini yang harus diselesaikan oleh Sang Pecinta sejati negeri ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Akankah dia akan hadir di negeri ini ??</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Angin reformasi 98 telah berhembus, setidaknya ada titik harapan untuk itu. Telah lahir generasi baru, sosok-sosok muda yang jujur, amanah, tidak korup, cinta akan negeri ini, peduli akan rakyat ini. Namun kadang kebaikan itu hadir selalu tidak secara utuh di terima baik oleh masyarakat, tidak bisa disalahkan memang, karena selama ini mereka masyarakat itu selalu di kibuli, di bohongi oleh politisi-politisi busuk itu. Maka mereka apatis, antipati, apalagi dengan Pemilu, Pilkada atau suksesi pemerintahannya lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Kehadiran para anak muda reformis ini membawa sebuah pencerahan terhadap pemerintahan, apalagi anak-anak muda ini ikut menghantarkan SBY ke kursi nomor wahid di negeri ini. Dan mereka sebagian kecil tergabung dalam kementrian SBY. Sebut saja mereka Anton Apriyantono misalnya. Ia berhasil membawa negeri ini menjadi negeri Swasembada beras, walau dunia saat ini secara global mengalami krisis pangan. Di legislative, anak-anak muda ini juga berhasil menghantarkan seorang kader terbaiknya menjadi ketua MPR, Hidayat Nurwahid, beliau berhasil menghemat anggaran MPR, untuk tahun 2009 ini saja MPR bisa menghemat sampai 22 persen.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Semua hal baik, akan bisa dilakukan, jika kemauan dan tindakan tadi, dibarengi dengan dukungan dari masyarakat yang memang benar rindu akan kejayaan dan kesejahteraan negeri ini. Walau semua tidak semudah membalikkan telapan tangan, pasti ada proses disini. Dan yang pasti akan ada pihak-pihak yang merasa di rugikan, mereka yang selama ini terbiasa dengan prilaku korup. Mereka akan menghadang dan berusaha mematikan gerak langkah anak-anak muda reformis ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Dan bukti-bukti nyata dan konkrit itulah sebenarnya menandakan akan kecintaan kita akan negeri ini, akan rakyat ini, hingga negeri ini Jaya dan sejahtera bukan hanya mimpi, tapi sesuatu yang nyata . Lalu semua hanya bisa dilakukan karena CINTA, Cinta tanah air, cinta negeri ini, cinta rakyat ini, berlandaskan cinta pada SANG PEMILIK CINTA itu, yakni ALLAH.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Wallahu a’lam bisawwab.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span> </span><span> </span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bahagialah.wordpress.com/618/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bahagialah.wordpress.com/618/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bahagialah.wordpress.com&amp;blog=4504606&amp;post=618&amp;subd=bahagialah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bahagialah.wordpress.com/2009/04/03/karena-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e72177984bd973708ad8d824eb626133?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lexdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
