Muhammad Al-Fatih : Tokoh Yang Digerus oleh Mitos Dracula
Ditulis oleh lexdoank di/pada Februari 10, 2009

Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II
Bila di dalam sebuah ruang kelas seorang guru sejarah bertanya siapa yang tahu Muhammad Al-Fatih atau Muhammad II atau di barat lebih di kenal dengan Mehmed II ? Bisa dipastikan tidak ada yang mengangkat tangan. Tetapi bila sang guru bertanya siapa yang tahu Dracula ? Bisa dipastikan sebagian besar murid pasti akan mengacungkan tangan untuk berebut menjawab. Itulah ironi yang terjadi, bahwa generasi muda kita lebih mengenal superhero rekaan Barat dibandingkan pahlawaan yang sebenarnya.
Dunia memang sedang timpang, seperti aliran sungai, mengalir dari Barat menuju Timur. Semua yang berasal dari Barat mengalir deras, membanjiri dunia Timur-mulai cara berfikirnya sampai cara jalannya. Tak terasa kalau sebenarnya penjajahan itu masih terus berlanjut hingga hari ini.
Bentuk penjajahan dari zaman ke zaman memang berbeda, tapi caranya sama : lewat hutang atau perang. Ini yang terjadi sejak zaman perbudakan sampai zamn sekarang. Tengoklah hari ini, utang digelontorkan oleh Negara-negara Barat beserta kroni-kroninya, baik lewat IMF, Bank Dunia, maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan utang tersebut mereka menjerat Negara penerima utang yang ada di Asia, Afrika dan Amerika latin. Sudah banyak Negara yang menjadi korban penjajahan gaya baru ini. Sedangkan Negara-negara yang tidak bisa di ditundukkan dengan utang maka akan di tundukkan dengan perang. Sebagai alasan pemimpin mereka dituduh sebagi pelindung teroris, anti demokrasi, radikal atau komunis. Bentuk ini yang terjadi di Irak, Afghanistan dan Negara-negara di Amerika Latin.
Lantas apa hubugan semua itu dengan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II dan Dracula ?
Saat ini bentuk penjajahan tidak melulu ekonomi dan politik, tapi juga yang lainnya, salahsatunya adalah sejarah. Seharusnya sejarah merupakan air paling bening untuk melihat masa lalu. Akan tetapi, kini sejarah juga tidak lepas dari jerat penjajahan Barat. Mereka, yang mempunyai akses dari uang sampai senjata, informasi sampai teknologi, terus-menerus berusaha melakukan penjajahan sejarah. Mereka berusaha menyingkirkan sejarah versi lain untuk kemudian memaksakan sejarah versi mereka. Lihatlah bagaimana mereka membuat sejaraah tentang Iran, Irak dan Afghanistan, Venezuela dan Cuba, Korea Utara dan Indonesia. Lihat juga bagaimana mereka membuat sejarah tentang Soekarno dan Fidel Castro, Hugo Chaves dan Mahmud Ahmadinejad. Mereka menuliskannya sebagai nasionalis radikal, komunis atau fundamentalis. Simak pula bagaimana mereka membuat sejarah tentang Perang Salib, Perang Pearl Harbour dan Perang Vietnam.
Bagi kita yang peka, maka penjajahan sejarah itu begitu nyata di depan mata. Namun bagi yang tak peka semua itu tak terasa, bahkan tidak tahu sama sekali.

Vlad Dracula
Kembali lagi ke Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II dan Dracula. Kedua-duanya merupakan tokoh sejarah, Muhammad Al-Fatih adalah penguasa Kesultanan Turki Ottoman kekhalifan umat Islam ketika itu dan Dracula adalah penguasa Wallachia, Eropa. Keduanya juga hidup pada era yang sama, yaitu pada periode akhir Perang Salib. Dan, keduanya pernah terlibat dalam pertempuran yang telah merenggut banyak korban jiwa. Akan tetapi, dalam sejarah yang kemudian berkembang masing-masing mempunyai nasib yang berbeda.
Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II tetap tercatat sebagi tokoh sejarah. Tentu saja ia dikenal sebagai “Pembebas Konstantinopel”. Sedangkan Dracula berbeda nasibnya. Ia lebih dikenal sebagai “Vampire” daripada sebagai manusia sejarah. Seperti yang di kisahkan oleh Bram Stoker dalam novelnya yang berjudul Dracula.
Namun walaupun begitu ia bernasib lebih mujur karena namanya justru di kenal di seantero dunia. Dan, harus diakui ia telah berhasil menenggelamkan nama musuh bebuyutannya, Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II.
Saat ini bahkan umat Islam sendiri akan lebih mengenal Dracula daripada Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II. Nama Dracula tetap menjadi buah bibir bahkan setelah kematianya pada tahun 1476 M. Awalnya ia menjadi pembicaraan di kalangan masyaraakat pedesaan di Transylvania, Rumania, dan kemudian berkembang ke seantero Eropa. Namun yang terkenal kemudian bukan kekejamannya sebagai pembantai 500.000 manusia, sebagian besar mati karena di sula. Tetapi ia lebih dikenal sebagai hantu jadi-jadian atau Vampire, yaitu manusia penghisap darah. Yang di angkat dan di populerkan oleh Bram Stoker dalam novelnya yang berjudul Dracula. Kisah inilah yang kemudian terus-menerus didaur ulang sehingga menutupi fakta sejarah yang sebenarnya dan bahkan sudah ribuan film tentang Dracula ini.
Usaha Barat untuk mengangkat pahlawan mereka Dracula, dan menenggelamkan musuh mereka Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II bisa dinilai berhasil. Penenggelaman tersebut dengan menggunakan symbol salib dan bawang putih. Lewat symbol salib Barat sebagaimana di uraikan Hyphatia Cneajna dalam bukunya “Dracula, Pembantai umat islam dalam perang salib” ingin menunjukkan superioritas mereka. Bahwa merekalah yang mampu membunuh Dracula dengan salib ; bahwa merekalah yang bisa mengusir setan yang haus darah dengan salib. Mereka ingin mengatakan kepada dunia bahwa, merekalah ksatria dengan tanda salib di dada yang telah menyelamatkan dunia dari terror Dracula. Dengan cara inilah secara perlahan namun pasti Barat bisa memasukkan ke dalam kesadaran generasi sekarang tentang sosok Dracula. Sehingga nama ini terus-menerus di kenang sepanjang massa, dari anak kecil sampai orang tua. Dan, tak disadari terutama oleh umat Islam sendiri, pahlawan mereka pelan-pelan telah di tenggelamkan dari pentas sejarah. Tak mengherankan memang kalau kemudian kita umat Islam tak mengenal siapa itu Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II.
Tabiat Barat tersebut hingga kini tak pernah berubah. Saat ini mereka datang laksana ksatria pembebas negeri ke Negara-negara yang kata mereka menjadi sarang teroris. Mereka datang dengan membawa slogan kosong bahwa dunia saat ini sedang terancam Dracula baru yang disebut teroris. Padahal, semua itu cuma kedok mereka untuk melakukan penjajahan gaya baru.
Memang beralasan kalau Barat berusaha menenggelamkan nama Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II. Selain menyangkut dendam lama dalam Perang Salib Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II merupakan tokoh yang mampu merebut benteng terbesar pasukan Romawi, Konstantinopel. Usaha untuk menenggelamkan nama Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II juga bertujuan agar umat Islam terutama generasi mudanya tidak mempunyai tokoh pujaan yang ideal.
Tentu saja jika generasi Islam saat ini meng-idola-kan tokoh seperti Salahuddin Al-Ayubi dan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II, yang kedua-duanya begitu gigih membebaskan Islam dari dominasi Barat. Maka jika ini terjadi tentu saja Amerika Serikat akan terusir dari Afganistan, Pakistan, Irak, Arab Saudi, Mesir, dan Indonesia, karena generasi muda Islam akan bersatu dan menendangnya keluar. Begitu juga dengan Israel yang menurut John Parkins, Israel adalah infanteri Amerika Serikat di Timur Tengah akan terusir dari bumi Palestina, dan rakyat Palestina pun akan merdeka.
Tokoh seperti Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II memang teladan yang ideal bagi simbol perlawanan terhadap Barat. Ia selain di kenal ulung dalam strategi perang ia juga seorang pecinta ilmu pengetahuan. Semasa hidupnya beliau mengundang ilmuwan dari berbagai macam Negara dan agama untuk menerjemahkan segala macam buku ke dalam bahasa Turki. Tak mengherankan kalau perpustakaaan di Turki pada masanya menjadi salahsatu perpustakaan paling lengkap di dunia. Karya-karya Yunani, Mesir dan Arab terkumpul menjadi satu sehingga siapapun yang ingin belajar akan menemukan luasnya samudera ilmu pengetahuan.
Yang juga perlu di catat dari Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II adalah toleransinya. Sebagaimana Salahuddin Al-Ayubi yang membebaskan Palestina, ketika memasuki Konstantinopel Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II tidak merusak satupun tempat ibadah agama Kristen maupun Yahudi. Semua tempat ibadah milik non Muslim tetap di biarkan berdiri dan umatnya beliau lindungi. Ini tidak hanya dilakukan Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II ketika membebaskan Konstantinopel. Sewaktu membebaskan Bosnia hal serupa juga beliau lakukan.
Tiga sifat Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II Anti Barat, pecinta ilmu pengetahuan dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perbedaan agama, tentu sifat yang ideal. Jika umat Islam meniru keteladannya maka tentu saja minyak yang ada di Arab Saudi, Mesir, Sudan, Aljazair, Maroko, Libya, Qatar, UEA, Bahrain, Yaman, Oman, Yordania, Syuriah, Libanon, Kuwait, Irak, Afganistan, Pakistan dan negeri kita yang tercinta ini, tidak akan di kuras oleh Amerika Serikat, dan Negara tempat mereka berada akan menjadi Negara yang benar-benar merdeka.
Sayangnya pemimpin di Negara-negara Muslim tidak mempunyai watak dan sifat seperti Muhammad Al-Fatih atau Mehmed II. Justru mereka menjual Negara mereka kepada Barat dan merendahkan harga diri mereka di hadapan Barat. Memberikan sumber daya alam yang sangat berharga, minyak, kepada tuan-tuan asing. Dan bahkan memfasilitasi Barat untuk membunuh saudara mereka. Lihatlah pembantaian di Gaza Palestina ini tidak terlepas dari andil Mesir yang tidak membuka perbatasan Rafah antara Mesir dan Palestina. Sungguh tragis memang. Dan juga masih ingat dalam memori kita bagaimana Arab Saudi dan Yordania memberikan fasilitas bandara mereka kepada Amerika Serikat untuk membunuh saudara mereka di Irak. Ironi memang benar-benar Ironis.
Sementara generasi mudanya lebih memuja pahlawan-pahlawan ciptaaan Barat seperti Rambo, James bond, Hunter, Superman, Spiderman. Dan mencontoh tokoh-tokoh idola mereka seperti pemusik, bintang film holywood dan super model dari Barat. Hingga semua itu melenakan generasi Islam dan membawa mereka kepada penyembahan pada manusia dan berhala-berhala materi dan memper-tuhan-kan mode. Bahkan ada semacam kesimpulan bahwa jika seseorang tidak meniru gaya hidup barat atau tidak meng-idola-kan tokoh musik, bintang film dan super model barat ,adalah kuno alias tidak modern. Sebegitukah ??
Memang tidak mudah melepaskan diri dari dominasi Barat. Jerat-jerat itu memang begitu kuat mengikat kesadaran manusia. Walaupun begitu bukan berarti kita harus menyerah. Tentu pasti ada jalan keluarnya. Disamping kita kembali kepada sumber hidup umat Islam Qur’an dan Hadits, salahsatunya juga adalah kritis terhadap sejarah. Mengapa? Karena kekritisan terhadap sejarah akan membuat seseorang tidak mudah di perdaya, karena mengetahui peristiwa sebenarnya. Dan tidak mudah terpengaruh oleh propaganda media-media Barat, karena kita tahu hal sebenarnya yang terjadi.
Wallahu ‘a’lam bisawwab
Disarikan dari buku : “Sultan Mehmed II Sang Pembantai Dracula” karya Orhan Basarab.


eka yunizar berkata
Lum sempat baca,tapi keknya seru n serem bgt lau liat gambar2nya…mas alex ada bukunya ya?pinjem dunk…hehehe…
===========
InsyaAllah ada. Silahkan kalo berminat
syelviapoe3 berkata
Wah..baru tahu kalo Muhammad Al Fatih pernah berhadapan dengan Drakula..
Put pernah baca kalo Drakula memang hanya cerita bohongan saja..cuma bagian kalo dia pernah membantai orang2 Islam belum pernah denger..
==================
Ya, silahkan mencari referensi sejarah lebih banyak lagi. Agar kita tahu sejarah kita sendiri. Karena dari sejarah kita bisa belajar dan menjadi lebih bijaksana.
cantigi berkata
halo bro.. mudah2an kabarnya baik ya, sehat terus. maaf ya jd jarang ol niy..
============
begitu jg hendaknya si Akang
Alhamdulillah baik kang den
abihasan berkata
Assalamu’alaikum,
Yuk kita sama-sama belajar mengenal bagaimana sosok Baginda Rasulullah SAW. Bagaimana sosok beliau, wajah beliau, dan hal-hal yg terkait tentang beliau.
Semoga dengan itu akan semakin menambah kecintaan kita kepada Allah swt, beliau SAW, dan Islam sebagai agama yg kita anut…Amin Allahumma amin.
Terima kasih buat Mas Alex yg memberikan kesempatan saya berbagi disini
Mohon maaf sebelumnya.
wassalam,
abihasan
===========
Ya, moga kita bisa mencontoh apapun dari Beliau saw
Doanya sy aminkan.
wi3nd berkata
pembodoHan sejarah..
amerika akan melalukan se9ala cara untuk ituh..
makasii infona,semo9a sajah kita semua taK termakan propa9anda san9 adikuasa..
===================
Ya harus ada media penyeimbang informasi.
iwan berkata
wah aq ntar bacanya yah aq hanya kopi dulu so ntar aq baca kalau mau tdur sing……
kayaknya seru nih….
=========
monggo mas Iwan.
a3u5z1i berkata
Iya, dulu pernah baca dimana gitu tentang Dracula itu…
Dulu pernah baca riwayat Muhammad Al Fatih.
Ceritanya benar-benar mantap…
=========
yup, mari kita mempelajari sejarah kita
Sawali Tuhusetya berkata
sejarah sejatinya merupakan fakta yang tak terbantahkan kebenarannya, bung abdillah, tapi oleh penguasa atau pihak2 lain yang merasa punya otoritas, seringkali mengubah fakta2 sejarah yang sesuai dg versinya. Muhammad Al-Fatih agaknya pernah terkena limbah mitos yang menakutkan itu.
==========
Ya benar pak Sawali, benar sekali.
Fairuz berkata
Saya baru baca buku Dracula itu separo, atau lebih tepatnya, baru balik2 halaman yang kira2 menarik, belom sempet baca (dan sekarang bukunya ketinggalan di Banjarmasin). Tapi emang serem banget itu ceritanya, penyiksaan2nya bener2 kejam
==========
ya…itulah fakta yg tak terbantahkan. silahkan membaca sejarah slalu.
bonar berkata
hmmm..nice posting anyway, even it’s too subjective…but i like it..
rgds,
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
===================
Dear, Bonar,
Thank for u
This is a fact in history. I only deliver
mv berkata
I enjoy your post
great nice 4u
=========
thaks for u,
initiative beneficial for all…..
sangpujangga berkata
sungguh keadaan yang ironis sekali……..miris juga, kapan umat islam bersatu?
==========
Moga saja suatu masa nanti. Harus optimis
hanafi berkata
Assalamualaikum mas… lengkap sekali sejarahnya.. kita ummat islam memang perlu paham sejarah yang sebenarnya, itulah kedengkian negara2 Barat dan ketakutan mereka, ummat islam mudah sekali dibodohi oleh mereka. Bahkan negara2 Arab pun mampu diperdaya oleh Barat. Jika kita tidak kembali pada Alquran dan Sunnah maka tamatlah riwayat kita..
Apa kabar juga mas ? Sehat dan baik2 saja kan ? Semoga selalu dalam keberkahan ..
==========
ya benar sekali mas Hanafi
Alhamdulillah khabar baik. amin ya Allah
Muda Bentara ! berkata
semoga saja lain kali kita tak ditipu lagi dengan sejarah palsu rekaan barat …
=======
semoga bro
Xaliber von Reginhild berkata
Kayaknya ada salah persepsi deh, mas.
Dracula yang terkenal itu kan Dracula yang dijadikan tokoh di novel karangannya Bram Stoker. Namanya Dracula. Dia vampire penghisap darah. Sementara “Dracula” yang dibahas ini kayaknya Vlad III The Impaler (atau Vlad Dracul). Setahu saya kekejamannya si Vlad Dracul yang dibahas disini ndak ada hubungannya sama popularitas Dracula sebagai vampir penghisap darah.
Soal toleransi yang dimiliki Mehmed II, saya berharap Ahmadinejad juga bertoleransi seperti itu.
====================================
Benar, Dracula yg saya maksud adalah Vlad Tsepes III (1431-1476) atau lebih populer di sebut Dracula, ia dilahirkan di Transylvania, Rumania. Nah, tokoh Dracula inilah yang kemudian diangkat dan dijadikan tokoh utama oleh Bram Stoker dalam novelnya yang berjudul Dracula. Namun dalam novel itu Dracula dikisahkan sebagai “Vampire” yang haus darah. Ia akan keluar setiap bulan purnama menemani malam. Bergentayangan mengerayangi malam dengan sosok yang berubah-ubah, serigala, kelelawar atau dalam wujud sosok manusia. Bukan sebagai seorang tokoh sejarah yang menjadi penguasa (raja) yang kejam, yang membunuh dan men-sula manusia.
Inilah cara dan usaha Barat untuk menutupi sejarah sebenarnya. Mereka berusaha menutupi kekejaman Dracula itu sebenarnya. Dan tidak ada yang salah persepsi dalam hal ini. Semua terang benderang dan jelas. Fakta sejarah telah bicara.
Soal toleransi, ya, harapan kita begitu mas
. Sebenarnya sikap Muhammad Al-Fatih dan Salahuddin Al-Ayubi itulah sikap yang ideal bagi seorang Muslim dan yang pernah ditunjukkan oleh Muhammad Rasulullah saw dan diikuti oleh sahabat beliau Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka mengayomi semua orang dari mana saja, ras apapun, dan agama apapun.
thanks banget yah mas, udah mampir dan berkomentar disini
salam kenal dan salam cinta slalu
achoey berkata
Makasih sobat atas artikelnya
Inilah dampak dari perang pemikiran
Dan kita butuh orang2 cerdas dan peduli untuk mengimbaninya
Yari NK berkata
Seharusnya bang Alex….. cerita2 kepahlawanan mengenai Mehmed II ini lebih sering difilmkan. Bukan hanya difilmkan tetapi juga dibuat sinematografinya yang menawan agar film2 tersebut terus diingat dengan begitu diharapkan figur kepahlawanannyapun akan terus teringat…..
Rian Xavier berkata
rupa-rupanya sejarah tergeser dengan idola-idola sekarang ya mas.
omiyan berkata
karena jika mereka tahu mereka takut ajaran yang ada sekarang akan musnah seiring dengan kebenaran yang terkuak….
salahnya dikita juga jarang ada film yang mau mengangkat para pejuang muslim..
hmcahyo berkata
mampir aja
Semua Untukmu berkata
Iya juga ya…
HeLL-dA berkata
Saya ndak tahu lho sejarah Drakula ternyata begitu.
Hehehehe.
Nin berkata
Serangan pemikiran..
Itu yang digencarkan yahudi dan anteknya ke Indonesia
Kasihan ya bangsa kita ini, terutama remajanya…
MIris kalo lihat remaja Indo.
Bangga dengan gaya mereka yang kebarat-baratan.
Duh..
Pernah juga suami saya ngetes anak-anak di sekitar rumah.
Ditanya tahu Dora Emon gak?
Semua serempak bilang tahu…..
Ditanya tahu Fathi Farhat gak?
Pada geleng kepala semua.
Duh…
kahfinyster berkata
weh,,baru tw gue,,
hmm,,punya buku nya ga lex?
pinjem dun,,
yusdi berkata
wow..ceritanya mantab….eh ini bukan cerita ya
Menik berkata
sejarah kadang sering dibelokkan oleh oknum2 yg senang mengadu domba ya Mas
denokdebloeng berkata
Hmm.. perlu di simpen diflasdisk N dibaca di kos, puanjang tenan sich..
absen..
F_man berkata
wah..dapat lagi informasi berharga..mkash byk ya mas,,
artikelnya bagus banget..
salam kenal dari pemula..hehehe..
Catra? berkata
sarat dengan informasi sejarah yang selama ini tidak terekspos… hehehe
rocknoida berkata
ni dracula yg genocide ntu ye ???
JAHANAM !!!
cuma negor n ade post baru di blog ane
Lilih berkata
terus memang kenapa apabila kanak-kanak kita lebih mengenal tokoh fiktif rekaan barat? toh, orang-orang islam sendiri kurang membudayakan membaca kepada anak-anak mereka, dan mereka membiarkan generasi setelah mereka putus hubungan dengan buku. kita lihat siapa-siapa generasi islam tua yang mengenal buku? bisa dihitung dengan jari dan apakah mereka pernah berpikir untuk membuat buku-buku fiktif berbau islam? nampaknya hal itu belum menjanjikan penerbit-penerbit di indonesia ini, yang masih berorientasi pada buku-buku pasar. kita juga bisa melihat kontroversi film PBS, yang menurut saya, dicerca dengan aneh.
mel berkata
wow….i never knew about this before…
thank’s for sharing this
muhamaze berkata
nice article..
salam kenal..
drizzletrouble berkata
siip! mantabb!! baca sejarah tokoh islam mode on! penting banget nich! siip!
arikaka.com berkata
ini baru namanya artikel…..
azaxs berkata
wah sejarah yang menarik mas… saya baru baca ini..
kucingkeren berkata
bakal muncul lagi gak yan sosok seperti beliau?
Cengkunek berkata
tu lah, orang islam sekarang kebanyakan gak peduli lagi sama keislamannya
cuma mikir yg penting bisa idup enak udah cukup
iwan berkata
iyah juga sih mkin termasuk aq salah satunya so aq kagak knal tuh si muhhamd II…..
Rita berkata
Maslahnya sampai sekarang Film yg ber”drakula masih tetap dan sering diproduksi sedangkan Muhammad al fatih?? saya juga baru teringat lagi setelah baca di blog ini
. Agar beliau dapat dikenang atau lebih dikenal mungkin harus dipikirkan apa yg harus dilakukan untuk mengenalkan beliau ke masyarakat sekarang misalnya dengan mengangkat kembali perjuangannya dalam bentuk film atau apa saja yg membuat masyarakat dapat mengenalnya dan menghargai perjuangannya
wennyaulia berkata
apa drakula ini juga menghisap darah Muhammad Al-Fatih?
Ersis Warmansyah Abbas berkata
Versis agak beda dapat dipetik darai karya Elizabeth Kostova, The Historian
Agung Mojosari berkata
wew…. jadi gitu ya ceritanya… makasih ya mas udah berbagi…
achoey berkata
pa kabar sobat?
mbak maya berkata
It’s a nice blog. Salam kenal ya…
Edi Psw berkata
Wah, ceritanya menarik banget nih.
thya berkata
ya ampun bang alex, saya jadi merasa bersalah, waktu smp suka banget sama yang namanya Dr.Acula, atau Vlad Tepes Dracul (nah, hafal kan) ternyata dia pembantai yah, hix hixhix…
nanti deh, saya ajarin anak2 saya inshallah hehe **gak nyambung**
septarius berkata
alow teman-teman blogger…ikutan 3rd IBSN Blog award yuk..
silahkan daftarkan url artikel disini
keterangan yang lebih lanjut bisa dilihat disini
akhir pandaftaran artikel 25 Maret ‘09 jam 23.59 wib..
IBSN = Berbagi Tak Pernah Rugi ^_^
by. komporizer tim : septa
Rian berkata
dracula itu bukannya yang ngisep darah kan…
high desert berkata
seru.
buat saya yang jelas, Dracula si pejuang dari pasukan salib itu ya tetap monster mengerikan.
Jafar Soddik berkata
@ 31. Lilih
Tidak ada yang salah bagi anak-anak untuk mengenal tokoh fiktif barat, yang salah adalah kalau sampai melupakan tokoh-tokoh asli (original) yang pernah dimiliki oleh dunia Islam.
Dunia Islam banyak melahirkan para pemikir di banyak bidang, tapi dalam bidang sejarah belum banyak para pemikir Muslim yang berkecimpung sehingga membuat para generasi sesudahnya harus menerima versi sejarah yang bisa saja berbeda-beda. Dan itulah salah satu kelemahan dunia Islam.
Tidak perlu menyalahkan yang sudah berlalu. Langkah yang tepat bagi kita adalah kembali mengkaji ilmu pengetahuan dan ajarkan kepada generasi penerus kita tentang sejarah Islam yang benar serta menyeluruh.
lily berkata
dah pernah baca bukunya…..serrem banget……ampe merinding………..palagi sampe pada gmana umat islam dibantai……
lily berkata
cuma…sayang banget kalo gak difilmkan……jd kalo generasi muda gak begitu kenal…bisa dimaklumi…..karena expose negara barat lebih kenceng…… kalo gini yang salah siapa ya…..
Heri berkata
Mantap