Muhammad Al-Fatih : Sang Pembebas Konstantinopel
Ditulis oleh lexdoank di/pada November 14, 2008
Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hambal Al-Musnad 4/335]
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada hadits Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668 M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari kekhalifahan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II ayah Muhammad II juga gagal menaklukkan Byzantium. Salah satu peperangan Murad II di wilayah Balkan adalah melawan Vlad Dracula, seorang tokoh Crusader (Perang Salib) yang bengis dan sadis (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh Vlad Dracula ini, Insya Allah tokoh Dracula akan dibahas dalam Postingan berikutnya). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.
Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut Yanisari. Dengan pasukan militernya Turki Utsmani menguasasi sekeliling Byzantium hingga Constantine merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.
Hari Jumat, 6 April 1453 M, Muhammad II atau disebut juga Mehmed II bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, beserta pasukannya dibawah komando Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Byzantium dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. Constantine XI Paleologus menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.
Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7 m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng Konstantinople atau Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan Constantine mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn.
29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
Makanya karena prestasinya menaklukkan Konstantinopel, Muhammad II kemudian mendapat gelar “Al-Fatih”. Artinya “Sang Pembebas”. Barangkali karena para pelaku sejarah sebelumnya tidak pernah berhasil melakukannya, meski telah dijanjikan nabi SAW.
Namun orang barat menyebutkan The Conqueror, artinya Sang Penakluk. Ada kesan bila menggunakan kata “Sang Penakluk” bahwa beliau seolah-olah penguasa yang keras dan kejam. Padahal gelar yang sebenarnya dalam bahasa arab adalah Al-Fatih. Berasal dari kata: fataha – yaftahu. Artinya membuka atau membebaskan. Kata ini terkesan lebih santun dan lebih beradab. Karena pada hakikatnya, yang beliau lakukan bukan sekedar penaklukan, melainkan pembebasan menuju kepada iman dan Islam.
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan rumah diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Konstantinople atau Byzantium tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi nama Islambul yang berarti “Kota Islam”. Tapi kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal menjadi Istanbul. Dan pencarian makam Abu Ayyub sahabat Nabi dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.
Dan kini Hagia Sophia yang megah berubah fungsi menjadi museum. Jika sahabat semua berkesempatan ke Turki singgahlah kesini.
*Referensi dari berbagai sumber


Didta berkata
Info menarik thanx
a3u5z1i berkata
Tahun lalu saya sempat membaca biografinya. Dan kisahnya benar-benar sebuah kisah yang luar biasa
rOe berkata
Bang… saya salut ama pengetahuan sejarahnya..
bagi2 referensi bukunya dong bang. kebetulan saya termasuk penikmat sejarah (apalagi sejarah ttg islam)
elspevensie berkata
wah..
bs nambah wawasan nh..
thx y…
slam knal..
indo berkata
ceritanya menarik bangetnih, buat tanbah pengetauan…
hanggadamai berkata
semoga di indonesia juga ada sosok seperti al fatih..
alex© berkata
Mantap.. mantap..
Saya juga kurang tahu banyak tentang figur yang satu ini. Dalam kisah-kisah paska khulafaurrasyidin, nama seperti Salahuddian Al-Ayubi lebih menggema daripada sejumlah figur-figur lain ya?
Saya sendiri mencoba mengumpulkan catatan para penakluk di daratan Spanyol, sejak pendaratan Tariq bin Ziyad di sana. Cuma sayang, masih kurang lengkap
*save-as*
hmcahyo berkata
sipp maas… diseimpen dulu
theloebizz berkata
jd pengen ke turkiiiii
suwung berkata
jadi pengen ke pak alex dan baca baca juga
biar gak gaptek dan gapil (gagap ILMU)
achoey berkata
Subhanallah
betapa kekaguman memuncak
pada sosok bijak yang pemberani
achoey berkata
Subhanallah
Semoga putra sahabatku yang bernama Fatih kelak bisa sehebat beliau
hanafi berkata
“Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.”
inilah luasnya kavling surga yang akan di dapat oleh Sahabat Nabi Abu Ayub Al Anshari. Jarak Madinah-Istanbul akan dipenuhi istana dan kebun2 surga milik Sahabat Yang Mulia Abu Ayub r.a. Ada yang mau dapat lebih luas lagi ?
Semoga selalu sehat ya mas …
langitjiwa berkata
kapan yah,aku bisa kesana,hehehe..
Rindu berkata
mengisi jiwa dengan tulisan ini …
ridu berkata
wah menambah ilmu banget, terutama tentang para pemimpin2 islam
Catra berkata
sarat ilmu dan pengetahuan. tipe saya banget artikel ini. sebab saya suka sejarah hehehe
Yari NK berkata
Wah… siip deh…. sarat pengetahuan tentang sejarah terutama pada saat budaya Islam dan barat masih saling berbenturan pada abad pertengahan.
Btw, kalau nggak salah hagia sophia (ayasofya) masih ada sisa2 ornamen gerejanya deh sampai sekarang walaupun memang sekarang ayasofya fungsinya bukan lagi sebagai gereja atau masjid melainkan museum….
syelviapoe3 berkata
Satu lagi Pejuang yang saya tahu selain Sholahudin al-Ayubi
munadhia berkata
salam.. trimas ya alex.. silalah link kn blog sy.. mga sama2 kita mndapat manfaatnya ya.. sy linkkan juga blognya ya.. trima ksh.. =)
-chie- berkata
info baru nih ..
slam kenal yaa~
Sarah Luna berkata
Numpang baca..
Nama besar yaa.. Pantes kaka saya kasih nama Fatih buat keponakan saya.
Muda Bentara berkata
keren bang
keluargadhany berkata
banyak suri tauladan yang harus kita petik…
Mamas berkata
Bisa sekalian belajar sejarah islam, dan dunia nih….
wi3nd berkata
subhanalloh..
tr!makasih karna menambah la9i pen9etahuanQ tt9 sejarah2 islam…
aL fatih…mm..its s0 nice*tersenyum penuh art!*
ibnusy berkata
membaca tulisan mas alex serasa menjadi saksi sejarah. seolah setiap rangkaian cerita, kita dilibatkan sebagai bala tentara yang ikut menunggang kuda, memanah dan juga terluka.
mas, ada yang kurang tuh. umur al fatih tidak disinggung. saya yakin masih muda, karena fitrah perubahan ada pada pemimpin muda.
“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin pasukan pada saat itu dan sebaik baik pasukan adalah pasukan pada saat itu”
semoga tidak hanya sebatas romantisme sejarah (Islam).
arifrahmanlubis berkata
cerita2 begini perlu di sampaikan ke anak2 kita sejak kecil..insyaAllah
Rita berkata
Yang menarik, adalah sikap toleransi MUhammaad II…..Tidak membabibuta menghabisi masyarakat yang berasal dari beberapa aliran kepercayaan….
Siapa yaa penemu ide memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang? jadi
Kapan yaa bisa kesana ??
tengkuputeh berkata
Pengen ke Turki…
muhammadilham berkata
wah, terima kasih. saya lagi mencari-cari artikel ini
terima kasih Jazakallah khairan katsir
Ghani Arasyid berkata
Saya kira blogger Indonesia yang bernama Fatih Suyud
*ngaco.com
Hafidz berkata
Subhaanalloh….
Seharusnya kisah-kisah seperti ini bisa di filmkan, karena untuk saat ini anak2 dan pemuda lebih tertarik menonton film dari pada membaca. kisah yang menambah iman setiap yang membacanya…
Aamiin.. Semoga kita bisa berkumpul dengan para asy-syuhada di hari kelak…Aamiin
muhammadilham berkata
uda ada versi cartoonnya mabk..
silahkan tonton disini…
http://video.google.com/videoplay?docid=-1790877653830860287
ary langsa NAD berkata
Ayoo ! Kita Teruskan Perjuangan Beliau Dengan menegakkan dan memperjuangkan kembali negara KHILAFAH Islamiah ….ALLAHUAKBAR!